alexametrics

Diskon PPnBM Mobil Baru Dikurangi secara Bertahap

14 Februari 2022, 14:20:26 WIB

JawaPos.com – Pemerintah memperpanjang pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan roda empat sejak awal bulan ini. Perpanjangan insentif itu masih berada dalam koridor keberlanjutan program Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022.

Meski demikian, diskon PPnBM tidak seperti tahun lalu. Pada kuartal pertama, hanya mobil LCGC yang mendapat PPnBM DTP 100 persen. Mobil dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc hanya didiskon sampai 50 persen. Beda dengan tahun lalu yang sampai 100 persen. Pada kuartal kedua, insentif pajak dikurangi (selengkapnya lihat grafis).

Pemerintah menganggap stimulus itu dapat mendongkrak peningkatan industri-industri pendukungnya. Terutama yang bergerak pada industri komponen otomotif. Melalui kebijakan tersebut, beberapa subsektor manufaktur mampu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 2021 yang mencapai 3,69 persen.

“Sepanjang 2021, tercatat industri pengolahan nonmigas tumbuh 3,67 persen. Beberapa subsektor tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya, industri alat angkut yang tumbuh 17,82 persen,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta Sabtu (12/2).

Industri alat angkut mengalami pertumbuhan tertinggi jika dibandingkan dengan subsektor industri lainnya seperti industri logam dasar (11,5 persen); industri mesin dan perlengkapan (11,43 persen); ataupun industri kimia, farmasi, dan obat tradisional (9,61 persen).

Saat awal pandemi Covid-19, industri alat angkut merupakan salah satu subsektor manufaktur yang mengalami pukulan paling keras. Ketika itu kontraksi pada pertumbuhan mencapai 34,29 persen pada kuartal II 2020. Salah satu penyebabnya adalah turunnya penjualan kendaraan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/dee/c14/dio)

Saksikan video menarik berikut ini: