alexametrics

Investor Lebih Mewaspadai Perkembangan Perang Dagang Daripada The Fed

14 Februari 2019, 16:17:02 WIB

JawaPos.com – Head of Institutional Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda mengatakan, pasar modal Indonesia masih akan berhadapan dengan risiko ketidakpastian pasar global, yang berpotensi memicu pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dan capital outflow. 

“Isu utama global enggak ada di The Fed tapi isu perang dagang. Diperparah presiden Trump di twitter membuat pasar bergejolak. Hal itu langsung berpengaruh terhadap kondisi ekonomi di dua negara AS dan Tiongkok yang cenderung melambat di 2018. Imbasnya di 2019,” ujarnya di gedung iNews Jakarta, Kamis (14/2).

Menurutnya, kondisi perekonomian global tidak dapat dikendalikan. Hal itu tercermin dari aksi Presiden Donald Trump yang berimbas kepada pelambatan perekonomian di negaranya sendiri.

“Goverment shut down di AS yang terlama. Sebetulnya ada positif dan negatifnya juga sih dari kebijakan Trump (bagi Indonesia). Dampak ekonomi secara global di AS tiap seminggu ekonomi AS melambat 0,05 – 0,1 persen,” imbuhnya.

Sehingga, hal tersebut membuat bank sentral The Fed cenderung bersikap dovish atau menahan dalam menaikkan suku bunganya. Namun, bukan berarti tidak ada sentimen dari kebijakan tersebut.

“2019 tetap ada kenaikan 0,25  – 0,50 bps. Tetap ada,” kata dia.

Meskipun demikian, dia meyakini bahwa fundamental ekonomi domestik masih solid ditopang oleh pertumbuhan konsumsi domestik, yang dinilai sebagai The Last Defense bagi Indonesia. 

Perekonomian Indonesia diproyeksikan bertumbuh sebesar 5,2 persen hingga 5,3 persen tahun ini, diikuti dengan estimasi pertumbuhan laba korporasi sebesar 10 persen hingga 12 persen.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri

Investor Lebih Mewaspadai Perkembangan Perang Dagang Daripada The Fed