alexametrics

Setelah Pencopotan Dirut, Garuda Benahi Aturan Terbang Awak Kabin

13 Desember 2019, 11:15:07 WIB

JawaPos.com – PT Garuda Indonesia (Persero) menyiapkan sejumlah kebijakan baru setelah terungkapnya skandal penyelundupan Harley-Davidson. Di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Fuad Rizal, maskapai pelat merah tersebut berusaha menjaga operasional perusahaan hingga pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Januari 2020.

Kemarin (12/12) Fuad bersama lima pelaksana harian (Plh) direktur Garuda Indonesia menghadap Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam pertemuan itu, direksi sementara diminta menjaga operasional perusahaan agar tetap berjalan baik. Erick juga berpesan untuk tetap menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

”Untuk operasional, kami sudah lakukan koordinasi dengan Kemenhub dan pihak terkait. Dengan dukungan karyawan dan rekan di Garuda, insya Allah untuk peak season Natal dan tahun baru, kami bisa lewati,” jelas Fuad di Kementerian BUMN.

Fuad menuturkan, jajaran direksi berjanji mengkaji ulang beberapa kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan karyawan Garuda. Salah satunya, mutasi dan rotasi karyawan. Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Ari Askhara (Dirut sebelumnya), beberapa karyawan –termasuk pramugari Garuda– kerap dimutasi dan dirotasi tanpa alasan yang jelas.

Ke depan dilakukan pemulihan ketentuan yang selama ini berpotensi melanggar aturan undang-undang dan peraturan kerja bersama di Garuda. ”Untuk rotasi karyawan, kami akan tinjau ulang dan kami kembalikan sesuai kebutuhan operasional,” imbuh Plh Direktur Human Capital Garuda Aryaperwira Adileksana.

Selain persoalan rotasi dan mutasi, Plh Direktur Operasi Garuda Tumpal Manumpak Hutapea mengungkapkan, kebijakan yang mengharuskan awak kabin terbang pp untuk rute luar negeri secara bertahap akan dihapus. Dengan demikian, seperti kebijakan sebelumnya, mereka akan kembali mendapat fasilitas penginapan. ”Jadi, kami kembalikan lagi mereka (awak kabin, Red) untuk menginap di stasiun di luar negeri. Kami akan tetap menjaga safety di penerbangan dan kualitas penerbangan,” jelasnya.

Plt Dirut Garuda Indonesia Fuad Rizal. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Sejumlah rute penerbangan yang dinilai tidak menguntungkan juga akan dikaji untuk ditutup. Misalnya, rute penerbangan ke Eropa. Salah satu rute yang sudah pasti distop adalah Jakarta–London. Sementara itu, rute Jakarta–Amsterdam masih beroperasi. ”Business model kami evaluasi. Kami hanya akan terbang sesuai kompetensi, yang terkuat di mana. Kami tinjau Eropa karena long haul itu banyak player-nya. Jadi, kami evaluasi bersama,” kata Plh Direktur Niaga Garuda Pikri Ilham Kurniansyah.

Untuk itu, lanjut Pikri, pihaknya akan melakukan restrukturisasi. Fokus bisnis Garuda akan diperkuat di rute domestik. Kemudian, menyasar rute-rute ke Timur Tengah, Asia, dan Asia Tenggara. ”Domestik itu backbone kami. Jadi, itu akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dengan pesawat-pesawat terbaru kami juga. Juga bagaimana membuat perusahaan ini lebih sehat,” paparnya.

Di bagian lain, karyawan Garuda Indonesia dari berbagai divisi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) mengajak untuk bersama-sama menyelamatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai paling penting di Indonesia. ”Garuda Indonesia adalah flag carrier-nya Indonesia. Jadi, tugas menyelamatkan Garuda Indonesia bukan cuma tanggung jawab karyawan, tetapi juga tanggung jawab kita semua,” kata Ketua Sekarga Tommy Tampatty kemarin.

Saat ini, kata Tommy, serikat pekerja yang terdiri atas Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia tengah meningkatkan kerja sama untuk memastikan pengoperasian dan pelayanan penerbangan tetap berjalan dengan baik di tengah terpaan isu miring terhadap Garuda.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ken/tau/c10/fal


Close Ads