JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kemenperin Beri Relaksasi Investasi Industri Rokok Dalam Negeri

13 November 2018, 18:13:34 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Kemenperin Beri Relaksasi Investasi Industri Rokok Dalam Negeri
Suasana dalam sebuah pabrik rokok. (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan pemangku kepentingan lainnya membahas Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satunya adalah izin usaha penanaman modal baru pembangunan pabrik rokok di dalam negeri.

Berdasarkan draf Revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.36/2010, industri rokok masih menjadi sektor usaha yang terbuka dengan persyaratan.

Salah satu butir draf menyatakan industri rokok, baik industri rokok putih, rokok kretek, dan rokok lainnya, dibuka tetapi kini dengan persyaratan perizinan khusus. Artinya, investasi baru harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Selain itu, untuk memperluas usaha, hanya industri rokok yang telah mengantongi izin usaha industri di bidang usaha sejenis yang berpeluang diproses.

Menperin Airlangga mengatakan, pihaknya berencana memberi relaksasi. Hal itu dilakukan untuk mempermudah investasi khususnya bagi Industri Kecil Menengah (IKM).

"Kalau dulu kan industri harus bermitra dengan yang besar, sekarang enggak," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/11).

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Abdul Rochim mengatakan, pembahasan itu dilakukan agar IKM tidak semakin banyak yang gulung tikar.

Menurutnya, aturan sebelumnya dianggap memberatkan investor yang bermaksud berinvestasi di industri rokok.

"Kan selama ini, yang boleh investasi apakah dalam negeri atau ekspor itu kan IKM yang bermitra dengan besar. Kalau itu akan sulit, jadi mana mau bermitra dengan yang besar," jelas dia.

Dia berharap, perubahan tersebut dapat mendorong kemajuan kinerja industri rokok khususnya kalangan menengah ke bawah. 

"Padahal ada investor mau ekspor (rokok) nih kan enggak bisa (karena harus bermitra dengan yang besar). Jadi besar mau masuk, atau kecil mau bermitra dengan besar, itu kan jarang yang besar mau investasi dengan yang kecil. Jadi perlu diperbaiki agar menengah bisa naik kelas," tutupnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up