JawaPos Radar

Jack Ma Rapat dengan Kabinet Kerja Jokowi dan Pengusaha, Ini Hasilnya

13/10/2018, 16:12 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Jack Ma Rapat dengan Kabinet Kerja Jokowi dan Pengusaha, Ini Hasilnya
Jack Ma (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bos raksasa e-commerce Alibaba, Jack Ma, hari ini melakukan pertemuan dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dan pengusaha Indonesia di Nusa Dua Bali. Ada beberapa poin penting dari pembahasan mereka.

Adapun mereka yang melakukan pertemuan dengan Jack Ma adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kominfo Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Ketua Kadin Rosan Roeslani.

Jack Ma mengungkapkan, dirinya sangat tertarik dengan komitmen dari para menteri Jokowi. Menurutnya, mereka serius untuk mengembangkan para pelaku usaha.

Bahkan, dirinya menyarankan kepada para menteri untuk mengembangkan para usaha kecil menengah melalui program seperti 11.11 milik Alibaba. 

Perlu diketahui, program itu menjadi andalan raksasa e-commerce asal Tiongkok itu untuk mendongkrak penjualan para pelaku UKM yang menjual produknya. Program itu biasanya dilakukan setiap tanggal 11 bulan 11 setiap tahunnya.

"Bagaimana kita membuat barang, bagaimana kita membuat usaha kecil dan para entreprenuers dapat memperoleh manfaat," ujarnya di Nusa Dua, Bali

"Saya kira Presiden punya komitmen besar untuk itu. Kami merasa terhormat," sambungnya.

Kedua, Ma membahas perihal pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Indonesia. Dirinya tidak ingin SDM di dalam negeri hanya bergantung pada pendidikan dan pelatihan saja setiap harinya.

Selain itu, Ma mengungkapkan keinginannya untuk membantu bisnis e-commerce di dalam negeri. Dia juga mendorong agar masyarakat Indonesia mulai terbiasa bertransaksi secara cashless atau tanpa uang tunai.

"Bagaimana kami dapat membantu bisnis di Indonesia. Semua bisnis di Indonesia dapat menggunakan e-cloud, e-commerce, dan pembayaran elektronik. Bagaimana kita dapat menjadikan Indonesia lebih banyak masyarakat tanpa uang tunai. Pemerintah bisa menjadi lebih efisien dan para usaha kecil bisa mendapatkan uang dan pasar yang lebih luas," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up