JawaPos Radar

Ini yang Terjadi Jika Indonesia Bebas Pajak

13/10/2017, 17:45 WIB | Editor: Dwi Shintia
Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) di DPR beberapa waktu lalu. (Hendra Eka/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Dalam pertemuan dengan WNI di Tokyo, Jepang pada Minggu (8/10) kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menjawab dengan tegas salah satu pertanyaan menarik dari hadirin. ’’Dengan sumber daya yang melimpah, dapatkah Indonesia bergantung padanya dan menghapuskan pajak?” tanya sang hadirin.

Sebenarnya bisa saja, kata Sri Mulyani, namun negara akan terjangkit Dutch Disease jika hal ini dilaksanakan. Dutch Disease merupakan istilah ekonomi yang merujuk pada ketergantungan berlebih suatu negara, biasanya terhadap sumber daya alam, sehingga menyebabkan berkurangnya daya saing negara tersebut.

Mengambil contoh dari Norwegia yang kaya akan sumber daya alam, tetapi mereka tetap mematok pajak yang tinggi bagi warganya.

Dari pajak yang tinggi ini, Norwegia membangun dirinya menjadi negara yang maju, dan yang paling penting, meningkatkan daya saing manusianya. Indonesia bisa saja menggantungkan diri pada sumber daya alam.

Namun jika demikian, manusianya tidak akan bertumbuh secara daya saing dan pada suatu titik, akan runtuh karena kalah bersaing. ’’Presiden Jokowi sangat terbuka dengan persaingan karena hal tersebut membawa manfaat,’’ ujar Sri Mulyani.

Di zaman yang telah berubah ini, sambung Sri Mulyani,  kita juga harus fleksibel mengikuti perubahan.  Salah satunya adalah dengan menempa diri demi menjadi pribadi yang lebih kompeten, karena sekarang adalah eranya persaingan.

Jangan lupa juga untuk mengambil pelajaran dari negara seperti Jepang dan negara maju lainnya. Banyak hal yang dapat dipelajari agar suatu hari nanti dapat dibawa pulang dan digunakan demi kepentingan bersama. (*)

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up