JawaPos Radar

Soal Insiden Maut di Sukabumi, Kemenhub: Pelayanan Uji KIR Lambat

13/09/2018, 08:23 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Soal Insiden Maut di Sukabumi, Kemenhub: Pelayanan Uji KIR Lambat
Ilustrasi proses uji KIR (Dok. Radar Bromo)
Share this

JawaPos.com - Kecelakaan bus yang mengangkut rombongan wisata di ruas Cbadak - Cikidang - Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9) lalu, masih menyisakan luka. Dari hasil penyidikan juga diketahui jika bus yang masuk ke jurang tersebut sudah dua tahun tidak melakukan uji KIR.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setyadi mengungkapkan, kecolongannya Kementerian Perhubungan lantaran ada bus yang mengabaikan uji KIR tidak terlepas karena masih buruknya pelayanan.

Padahal, pelayanan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi perizinan kendaraan maupun lisensinya saat ini sudah semakin baik.

"Saya kadang-kadang agak ngiri juga ya, walaupun saya polisi, kalau di bidang peningkatan kapasitas pelayanan di SIM/STNK itu kan cepet maju ya, ada mulai SIM keliling, Samsat di mal-mal dan sebaginya. Tapi di satu sisi untuk penerapan kecepatan pelayanan uji KIR kok lambat," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (12/9) kemarin.

Dia mencontohkan, salah satu tempat uji KIR di wilayah Tangerang dinilai masih sangat lambat. Dia menduga keterlambatan itu lantaran ada oknum nakal yang mencoba memperlambat layanan.

"Kenapa masih seperti itu? Apakah diawaki oleh orang-orang yang tidak berpikir visioner ke depan, apakah mungkin diawaki oleh orang yang pengen status quo seperti itu, atau kemudian yang anti perubahan ya," tegasnya lantang.

Dia berharap, kedepannya sejumlah daerah segera memperbaiki kualitas pelayanan uji KIR. Menurutnya, hal itu juga tidak terlepas dari peran kepala daerah setempat dan Kepala Dinas Perhubungan yang ada di daerah-daerah.

"Harapannya sih ya, kalau Jakarta cukup bagus, Surabaya cukup bagus, ternyata tidak semuanya kondisi gitu. Ini semua tergantung dari kreatifitas, leadership dari seorang Kadishub kabupaten/kota, termasuk komitmen dan konsisten dari bupati/wali kota setempat untuk ada perubahan pelayanan. Seperti Surabaya kan, tau sendiri Bu Risma kan, jadi bagus disana," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up