JawaPos Radar

Empat Poin Kesepakatan Kemenhub dan Pengusaha Soal B20

13/09/2018, 08:16 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Empat Poin Kesepakatan Kemenhub dan Pengusaha Soal B20
Ilustrasi Biodiesel B20 (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan belum lama ini melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di sektor transportasi. Pertemuan itu dilakukan dalam rangka melakukan pembahasan terkait penggunaan Biodiesel 20 (B20).

“Pada intinya ini saya dapat kesepakatan, ada 4 poin yang sudah disepakati oleh pihak asosiasi termasuk juga pihak APM menyangkut beberapa pending issue yang membuat mereka masih agak ragu-ragu menggunakan ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat melakukan di kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (12/9) kemarin.

Ia mengungkapkan, kesepakatan ini telah ditandatangani oleh DPP Organda, DPP Aptrindo, ALFI, Gaikindo, Isuzu Astra Motor, IVECO, Mercedes Benz, HINO Motor dan Krama Yudha Tiga Berlian saat rapat yang diinisiasi oleh Ditjen Perhubungan Darat pada tanggal 7 September 2018.

Lanjut Budi, empat kesepakatan itu berbunyi, pertama, Agen Pemegang Merk (APM) menjamin produksi kendaraan baru telah siap menggunakan bahan bakar B20, dengan catatan memperpendek service berkala (penggantian oli dan saringan bahan bakar).

Kedua, asosiasi pengusaha setuju mendukung penggunaan B20 dengan dua catatan. Pertama, mereka ingin mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM terhadap kendala penggunaan sparepart, dan kepada APM diberi kesempatan untuk diskusi internal.

"Mendapat jaminan kualitas dan ketersediaan bahan bakar B20 dari Pemerintah (Pertamina dan Badan Usaha Bahan Bakar lainnya)," tuturnya.

Selanjutnya, untuk kendaraan yang diproduksi di bawah tahun 2016, asosiasi segera memberikan sosialisasi ke anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan yang akan digunakan untuk B20. "Nanti asosiasi menyampaikan cara penggunaan B20 untuk yang produksi 2016. Untuk menggunakan B20 Tanki itu harus dibersihkan," tambahnya.

Terakhir, pemerintah mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan. Kesepakatan ini merupakan hasil inisiasi Ditjen Perhubungan Darat dalam mendukung Pemerintah dalam penggunaan bahan bakar biodiesel (B20).

“Artinya biodiesel yang digunakan untuk kendaraan-kendaraan yang menjadi tanggungjawab saya sebagai Dirjen Perhubungan Darat di sektor transportasi darat sudah disepakati, tinggal saya putar lagi satu kegiatan yang penting ada jaminan dari Pertamina (menyangkut) kualitas sehingga bahan bakarnya benar-benar B20 dimana yang 20 persen itu fame dan sisanya solar,” tandasnya

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up