alexametrics

Mujenih Diangkat jadi Karyawan, Dapat HP Hingga Paket Data Setahun

13 Juli 2020, 14:18:58 WIB

JawaPos.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan apresiasi kepada petugas kereta rel listrik (KRL), Mujenih, 30, yang telah bertindak jujur melaporkan penemuan uang senilai Rp 500 juta beberapa hari yang lalu. Penghargaan tersebut berupa surat keputusan (SK) pengangkatan karyawan, handphone, paket data setahun, dan lain-lain.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan agar bantuan tersebut dipergunakan secara baik dan tidak dihamburkan untuk berfoya-foya. “Bantuan-bantuan tadi bisa dimanfaatkan dengan baik, jangan difoya-foya, tapi itu sebagai dasar menjaga kehidupan yang lebih baik lagi,” ujarnya, Senin (13/7).

Erick berpesan agar bantuan berupa handphone dan paket data selama setahun itu dipergunakan untuk hal yang bermanfaat. “Tadi dikasih pulsa Telkomsel jangan pakai Mobile Legends, habis itu sehari. Tapi, dipergunakan yang baik. Termasuk apakah tadi asuransi (juga digunakan dengan baik),” tuturnya.

Erick juga menuturkan, dirinya pun akan memberikan bantuan secara pribadi. Erick berharap, bantuan tersebut dapat menjadi tabungan atau membantu saat masa sulit akibat Covid-19.

“Saya berharap ini tentu menjadi tabungan karena kondisi Covid-19 ini cukup lama. Bantuan yang kita lakukan saya yakin ada manfaatnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang petugas kebersihan kereta rel listrik (KRL), Mujenih, 30, menemukan uang senilai Rp 500 juta dalam kantong plastik yang sebelumnya dikira tumpukan sampah. Kantomg plastik itu tergeletak di gerbong kereta saat parkir di Stasiun Bogor Jawa Barat.

“Di gerbong tiga dari belakang, ada di bawah kursi prioritas. Sempat ditendang-tendang, dikira itu sampah,” ungkap Mujenih seperti dilansir dari Antara, Kamis (9/7).

Dia menerangkan, penemuan setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat dia mengepel lantai KRL jurusan Jakarta–Bogor yang baru tiba di Stasiun Bogor.

Menurut dia, sebelum mengetahui kantong plastik itu berisi uang, tak satupun penumpang KRL yang lalu lalang menaruh perhatian. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menendang-nendang bungkusan tersebut lantaran mengira berisi sampah.

“Awalnya saya lagi kerja, terus kata keamanan ada bungkusan sampah atau apa ya. Saya buka berdua sama dia. Pas lihat, saya langsung kembalikan saja ke PS (passenger service) Stasiun Bogor,” terang Mujenih yang sudah tiga tahun bekerja di PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) itu.

Mujenih mengaku tak kaget ketika menemukan uang Rp 500 juta karena uang tersebut merupakan hak orang lain yang harus dikembalikan. Setalah dia menyerahkan setumpuk uang dalam plastik hitam ke PS Stasiun Bogor, selang 10 menit pemiliknya yang merupakan laki-laki paro baya, langsung datang mengambilnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads