JawaPos Radar | Iklan Jitu

Wawancara Khusus Mendag Enggartiasto Lukita

Mendag Enggar: Divestasi Freeport Sudah Menjadi Keputusan Bulat

13 Juli 2018, 09:58:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Mendag Enggar: Divestasi Freeport Sudah Menjadi Keputusan Bulat
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menanggapi divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen. Sebelumnya, pemerintah hanya memiliki 9,36 persen saham milik perusahaan Amerika Serikat itu. Nantinya, sisa saham akan dicaplok melalui induk holding industri pertambangan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).

“Ya kalau sudah teken apalagi, masa sudah ditandatangani mau utak-atik lagi,” kata Mendag Enggar saat berbincang dengan Jawapos.com di kantornya, Jakarta, Kamis (12/7).

Menurutnya, kesepakatan yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri LHK Siti Nurbaya, Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin dan CEO Freeport Mc Moran Richard Adkerson Kamis (12/7) kemarin itu sudah bulat.

This is already done. Mereka sudah sign (artinya) sudah oke,” kata Enggar.

Dengan dimilikinya mayoritas saham oleh Indonesia, Enggar berharap ekspor Freeport bisa terus berjalan. “Yang penting kepemilikan. Ekspor kalau Pak dirjen daglu hari ini ekspor ya hari ini keluar. Nah kalau impor baru kita evaluasi satu-satu,” pungkasnya.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar USD 3,85 miliar atau sebesar Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14 ribu). Anggaran itu akan digunakan untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI sebesar 40 persen dan 100 persen saham FCX di PT Indocoopper Investama yang dikonversi menjadi 9,36 persen.

Dari nilai total itu, USD 3,5 miliar merupakan milik Rio Tinto sedangkan Indocoopper  sebesar USD 350 juta. Dengan demikian, Indonesia secara keseluruhan akan memiliki 51,35 persen saham Freeport Indonesia.

"Jadi memang melalui penguasaan mayoritas di Inalum ini, dan holding pertambangan, pemerintah berharap PTFI bisa mengelola sebaik-baiknya, juga bisa bermanfaat dan bisa menjadi kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. 

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up