alexametrics

Pendapatan Negara Februari 2022 Rp 302,42 T, APBN Surplus Rp 19,7 T

13 April 2022, 14:08:53 WIB

JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan negara sampai dengan Februari 2022 tumbuh sebesar 37,3 persen secara year on year (yoy). Dalam hal ini, pendapatan negara mencapai Rp 302,42 triliun atau setara 16,38 persen dari target APBN 2022.

“Perbaikan pendapatan negara terutama akibat pemulihan dari kinerja dunia usaha dan kenaikan harga komoditas, serta juga kenaikan dari ekspor maupun impor barang yang dibutuhkan untuk menopang kegiatan ekonomi,” kata dia dalam Telekonferensi Pers, Rabu (13/4).

Sementara itu, dari sisi realisasi belanja negara, Indonesia mengalami perlambatan sebesar 0,1 persen atau Rp 282,7 triliun. Angka tersebut setara dengan 10,4 persen pagu belanja negara.

Kata dia, meskipun mengalami sedikit perlambatan, realisasi belanja ini membaik dibandingkan Januari 2022 yang kala itu mengalami konstraksi hingga 13 persen.

Membaiknya realisasi belanja negara didukung oleh belanja pemerintah pusat yang terealisir Rp 172,2 triliun, belanja ini mencakup operasional kementerian/lembaga atau belanja program k/l, terutama infrastruktur dan belanja bantuan sosial.

Untuk penyaluran bansos, dalam hal ini mengalami kenaikan dengan pelaksanaan bantuan Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan tahap pertama dan juga pencairan Kartu Sembako. Lalu untuk belanja non K/L, realisasi mencapai Rp 93,6 triliun terutama untuk pembayaran subsidi energi yang meningkat.

“Dengan perkembangan tersebut, APBN di mana penerimaan mengalami pertumbuhan tinggi 37,73 persen, sedangkan belanja relatif cukup baik perkembangannya sejak Januari, APBN tetap mencatatkan surplus sebesar Rp 19,7 triliun atau 0,11 persen dari PDB,” tandas Sri Mulyani.

Kata dia, dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang masih berlangsung, APBN juga akan meresponsebagai shock absorber dalam rangka melindungi dari sisi kesehatan dan masyarakat dalam bentuk daya beli, terutama kelompok rentan.

“APBN akan melakukan multiple objective, tetap melindungi kesehatan dari sisi pandemi, mendukung masyarakat dari sisi daya beli dan bansos, ketiga adalah menjaga pemulihan ekonomi nasional dan keempat menjaga kesehatan APBN,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini: