alexametrics

Lewat Gedor Horti, Kementan Dorong Produksi Bawang Merah di Enrekan

13 Februari 2020, 13:17:12 WIB

JawaPos.com – Kementerian Pertanian terus melakukan penataan sentra-sentra produksi bawang merah di sejumlah pulau-pulau besar di Indonesia. Tujuannya, agar pasokan dan harga komoditas yang rentan menyumbang inflasi tersebut bisa terjaga stabil sepanjang tahun.

Langkah ini dilakukan dengan Program Gerakan Dorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura (Gedor Holi). Enretkang menjadi salah satu sentra bawang merah terbesar di Sulawesi, jadi bidikan utama.

“Lewat Program Gedor Horti diharapkan target peningkatan produksi komoditas strategis sebesar 7 persen per tahun tercapai,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, saat menghadiri panen raya bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan (12/2).

Menurutnya, berdasarkan pemetaan yang dilakukan pihaknya, Kabupaten Enrekang masuk dalam kategori kawasan utama, yang artinya telah mampu mencukupi kebutuhan bawang merah dari produksi setempat. “Bahkan surplus sehingga bisa memasok kebutuhan pasar di daerah sekitarnya bahkan antar-provinsi dan antar pulau,” beber Prihasto.

Dia memaparkan bahwa Kabupaten Enrekang saat ini menempati posisi ke-5 nasional, sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia setelah Kabupaten Brebes, Nganjuk, Bima dan Solok. “Enrekang telah menjelma menjadi sentra bawang merah terbesar untuk daratan Sulawesi dan wilayah Indonesia bagian Timur,” imbuhnya.

Bupati Enrekang, Muslimin Bando, mengaku bersyukur daerahnya mampu menjadi salah satu sentra penghasil bawang merah terbesar. “Meski sebagian besar daerah ini berupa batu bertanah, tapi berkat kegigihan dan keuletan petani Enrekang, kawasan ini bisa menjelma menjadi penghasil bawang merah berkualitas bahkan terbesar di Sulawesi dan Indonesia bagian Timur,” ujar Bando.

Selain menjadi penghasil bawang merah, Enrekang juga dikenal sebagai penghasil aneka sayuran daun bahkan bawang putih.

“Sejak dua tahun lalu, bawang putih mulai dikembangkan petani sini. Ternyata hasilnya sangat bagus. Kemarin, sekarang dan seterusnya nanti, kami siap bergandeng tangan dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian Pertanian untuk menata dan memajukan daerah ini”, tukas Bupati Bando.

Bando mengatakan bahwa proses pertanian di Sulsel sangat maju, sudah saatnya petani maju dan mandiri.

“Petani bawang kita sudah modern. Yang diperlukan adalah kebijakan pemerintah pusat untuk mengatur harga. Kalau harga selalu fluktuatif, petani menanam bawang seperti judi-judian, bisa untung bisa rugi. Tugas pemerintah pusat untuk menjamin stabilitas harga. Dorong agar bawang merah Enrekang bisa dinikmati di luar negeri. Selain itu, modernisasi dan mekanisasi alat mesin pertanian sangat diperlukan,” ungkap dia.

Berdasarkan data BPS, luas panen bawang merah di Kabupaten Enrekang pada tahun 2019 mencapai 7.605 hektare, naik 15 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 6.610 hektare.

Peningkatan luas panen berbanding lurus dengan kenaikan produksi, dimana pada tahun 2019 mencapai 80 ribu ton, naik 8,7 persen dibanding produksi tahun 2018 sebanyak 73.581 ton.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking


Close Ads