JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tarif Cukai Batal Naik, Industri Rokok Berharap SKT Kicik Tumbuh

12 November 2018, 16:29:19 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Tarif Cukai Batal Naik, Industri Rokok Berharap SKT Kicik Tumbuh
Industri rokok (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan tidak menaikkan cukai rokok pada 2019. Dewan Penasihat Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (FORMASI), Bing Pratikno memberi apresiasi keputusan tersebut.

"Tidak ada kenaikan tarif cukai maka mengurangi inflasi dan daya beli masyarakat pun terjaga," ujarnya, Senin (12/11).

Ia mengatakan, pemerintah sebelumnya telah menyampaikan kepada pelaku industri bahwa akan memprioritaskan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Hal itu dilakukan karena berdampak positif bagi seluruh pelaku usaha SKT kecil dan menengah.

Namun, dirinya masih menyisakan harapan kepada pemerintah. Yaitu agar batasan produksi SKT golongan II dan III ditingkatkan agar industri SKT kecil dan menengah dapat tumbuh.

"Dengan menaikkan batasan produksi maka banyak pihak yang di untungkan bukan hanya pelaku SKT namun juga pertumbuhan ekonomi daerah. Dari sisi industri ada kesempatan untuk tumbuh dan berkembang ini merupakan motivasi bagi industri SKT," terangnya.

Selain industri, petani tembakau dan cengkeh diuntungkan jika ada kenaikan batasan produksi. "Hasil petani dapat diserap lebih banyak di industri dalam negeri," tambahnya.

Lebih lanjut, kenaikan batasan produksi yang berarti meningkatkan produksi bagi industri juga akan berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. 

"Ini dapat mengurangi pengangguran yang mana adalah fokus pemerintah. SKT adalah industri padat karya yang tidak perlu membeli mesin milyaran rupiah," tuturnya.

Dia menjelaskan SKT mempunyai peluang dari batasan produksi untuk meningkatkan produksi dari pangsa pasar yang ditinggalkan rokok ilegal sebanyak 18 miliar batang. Peluang ini tersebut dapat meningkatkan penerimaan negara melalui cukai. 

"Kita menawarkan ke konsumen (rokok ilegal) rokok yang murah dan tidak kalah kualitasnya," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up