JawaPos Radar | Iklan Jitu

PT KAI Imbau Masyarakat Mewaspadai Peniupan Bermodus Rekrutmen

12 November 2018, 18:55:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
PT KAI Imbau Masyarakat Mewaspadai Peniupan Bermodus Rekrutmen
Modus yang dilakukan yaitu memberikan diiming - imingi mengikuti pendidikan dan pelatihan calon pegawai PT KAI di Yogyakarta. Calon korban diminta membayar sejumlah uang sebesar Rp 5 - 20 juta. (Dok. Radar Banyumas)
Share this

JawaPos.com - Kasus penipuan terhadap 128 orang dengan modus rekrutmen pegawai PT KAI ahirnya terungkap di Stasiun Gambir, Minggu (11/11). 

Modus yang dilakukan yaitu memberikan diiming - imingi mengikuti pendidikan dan pelatihan calon pegawai PT KAI di Yogyakarta. Calon korban diminta membayar sejumlah uang sebesar Rp 5 - 20 juta.

Korban penipuan diamankan oleh petugas keamanan Stasiun Gambir karena kedapatan menggunakan tiket palsu KA Argo Lawu 11 November 2018 pukul 20.15 WIB. 

"PT KAI secara tegas menyatakan bahwa segala proses rekrutmen resmi PT KAI, mulai dari pengumuman hingga proses pengiriman berkas hanya dilakukan melalui website resmi PT KAI yakni https://recruitment.kai.id," kata Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Edy Kuswoyo dalam keterangan resmi, Senin (12/11).

Ia menambahkan, setiap pelaksanaan perekrutan pegawai yang dilakukan oleh PT KAI tidak dikenakan biaya apapun, termasuk uang muka, uang tanda jadi, atau segala jenis biaya serupa.  "Oleh karena itu, manajemen PT KAI mengimbau kepada masyarakat untuk waspada atas segala upaya penipuan yang memanfaatkan momen perekrutan pegawai PT KAI," tambahnya.

Dirinya meminta masyarakat agar lebih jeli dan teliti bila mendapatkan pesan berupa pengumuman rekrutmen. Menurutnya, jangan mudah tertarik dan waspada akan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan untuk menjadi pegawai dari oknum yang mengatasnamakan PT KAI. 

"Selain itu, PT KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan pengumuman rekrutmen PT KAI yang diindikasi palsu. Untuk menghindari semakin banyaknya orang yang tertipu oleh oknum pembuat rekrutmen palsu tersebut," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up