JawaPos Radar | Iklan Jitu

Standing Applause Untuk Jokowi dan Pidato 'Game of Thrones'

12 Oktober 2018, 15:56:35 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Standing Applause Untuk Jokowi dan Pidato 'Game of Thrones'
Presiden Joko Widodo saat memberikan pesan kepada delegasi dari seluruh dunia tentang kondisi perekonomian global. (Frederick Tarigan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Puncak acara Pertemuan Tahunan Internasional Monetary Fund (IMF) - World Bank 2018 menjadi panggung bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Usai penyampaian pidatonya, dia mendapat tepuk tangan meriah dari pejabat dunia. Kok bisa?

Hal itu bermula saat Jokowi memberikan pesan kepada delegasi dari seluruh dunia tentang kondisi perekonomian global dengan analogi Game Of Thrones.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut semua negara sibuk berseteru demi memperebutkan The Iron Throne. Padahal, perekonomian global saat ini tengah goyah.

"Dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families, bertarung antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali The Iron Throne. Mother of Dragons menggambarkan siklus kehidupan," ujarnya di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

Dia melanjutkan, perebutan kekuasaan antar negara yang diibaratkan sebagai Great House itu dinilai seperti sebuah perputaran roda. Satu sisi Great House itu berjaya, tapi di sisi lainnya sengsara. 

"Dan setelahnya, House yang lain berjaya dengan menjatuhkan Houses yang lainnya," kata dia.

Namun, lanjut Jokowi, para Great House itu lupa bahwa dalam pertarungan mereka ada ancaman yang menghantui.

"Seorang evil winter yang ingin merusak dan meliputi seluruh dunia dengan es dan kehancuran," terangnya.

Akhirnya, negara-negara itu menyadari bahwa perseteruan mereka tidak ada artinya. Menurut Jokowi, persatuan adalah hal utama yang perlu dilakukan untuk mencegah gejolak pada perekonomian dunia.

"Akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang duduk di The Iron Throne, yang penting kekuatan bersama untuk mengalahkan evil winter, agar goncangan global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang (enggak kedengeran) kita semuanya," tuturnya.

Di akhir-akhir pidato, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada seluruh pejabat negara pemegang kendali kebijakan moneter dan fiskal agar membuat keputusan yang bijak. Harapannya, langkah itu akan membuat stabilitas perekonomian di seluruh dunia khususnya negara berkembang.

"Kami bergantung pada Saudara-saudara semua para pembuat kebijakan moneter dan fiskal dunia untuk menjaga komitmen kerja sama global. Saya sangat berharap saudara-saudara akan berkontribusi dalam mendorong para pemimpin dunia untuk menyikapi keadaan ini secara tepat," kata dia.

Saya harap Pertemuan Tahunan kali ini berlangsung produktif. Saya harap Anda semua mampu menyerap tenaga dan memetik inspirasi indahnya alam Bali dan Indonesia. Untuk menghasilkan kejernihan hati dan pikiran dalam memperbaiki kondisi finansial global untuk kebaikan bersama. Terima kasih," tutup Jokowi.

Usai menyelesaikan pidatonya, ruang plenary yang diisi oleh ribuan delegasi langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah bagi pemimpin bangsa Indonesia itu.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up