JawaPos Radar | Iklan Jitu

Investasi Teknologi Prioritas Utama UKM Indonesia Menang Bersaing

12 Oktober 2018, 14:26:24 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Investasi Teknologi Prioritas Utama UKM Indonesia Menang Bersaing
Ilustrasi pentingnya teknologi bagi pelaku UKM. (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com – Berdasarkan hasil studi ASEAN SMEs: Are you transforming for the future? yang dilakukan oleh United Overseas Bank (UOB), EY, dan Dun & Bradstreet, pelaku  Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia memandang investasi teknologi sebagai salah satu prioritas utama mereka untuk meningkatkan daya saing bisnis.  

Studi itu menemukan bahwa hampir satu dari dua (48 persen) UKM Indonesia sadar terhadap pentingnya berinvestasi di bidang teknologi untuk mendorong kinerja bisnis. Selain itu, 58 persen UKM Indonesia yang disurvei mengatakan bahwa mereka lebih memiliih untuk mengelola biaya dengan meningkatkan produktivitas daripada mengurangi gaji karyawan (15 persen). 

Country Head Business Banking, PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) Paul Kan mengatakan, peningkatan produktifitas dapat dilakukan melalui pelatihan karyawan, otomatisasi, penggunaan teknologi yang lebih canggih, dan penyederhanaan proses bisnis.

”UKM Indonesia menganggap penting investasi dalam hal teknologi dan menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas. Efisiensi biaya yang lebih baik dari penggunaan teknologi akan mendorong pertumbuhan bisnis,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (12/10).

Paul mengaku, pihaknya berkomitmen untuk membantu UKM dalam mengembangkan bisnis mereka. Sebagai contoh, melalui Bisnis Internet Banking Plus (BIBPlus) yang dapat membuat nasabah mengelola kebutuhan perbankan mereka dan melakukan transaksi secara online dengan menggunakan perangkat mobile. 

“Kenyamanan menggunakan UOB BIBPlus membantu nasabah mengurangi waktu dan lebih efisiien dalam mengelola bisnis mereka,” imbuhnya.

Pandangan Pertumbuhan yang Optimis

Studi ini, kata dia, Indonesia adalah negara kedua dari  6 negara yang disurvei yang memiliki pandangan optimis akan adanya pertumbuhan pendapatan di tahun 2018 dengan 63 persen UKM bahwa pertumbuhan pendapatan akan tetap terjadi di tahun ini meskipun berada di tengah tantangan ekonomi global.

“Seperti meningkatnya biaya dan lambatnya produktivitas. Sementara UKM Vietnam adalah yang paling optimis akan adanya pertumbuhan pendapatan tahun ini (67 persen) were the most confident of revenue growth,” kata dia.

Sementara, Krisantus Veni Calix, Direktur dari Dun & Bradstreet Indonesia, mengatakan optimisme datang dari lingkungan bisnis yang semakin kondusif.

Menurutnya, UKM diharapkan memperoleh efisiensi lebih lanjut dari 16 paket reformasi ekonomi pemerintah yang telah dilaksanakan dan buat peraturan untuk mendorong inovasi, seperti 'Program Start-up Incubator'. Di samping itu, pemerintah telah menyediakan UKM Indonesia proses aplikasi perizinan bisnis yang lebih efisien, insentif pajak, akses yang lebih luas ke kredit , rantai pasokan global, serta peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar. 

“Selain itu, konsumsi swasta Indonesia yang stabil dan penurunan jumlah kebangkrutan diharapkan dapat menstabilkan lingkungan kredit,” kata Krisantus.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up