JawaPos Radar | Iklan Jitu

IMF-WB 2018 Jadi Ajang Gaet Investor Biayai Proyek Infrastruktur RI

12 Oktober 2018, 16:10:58 WIB | Editor: Saugi Riyandi
IMF-WB 2018 Jadi Ajang Gaet Investor Biayai Proyek Infrastruktur RI
Pertunjukan seni di IMF-WB 2018 (Fedrik Tarigan/JawaPos.com)
Share this

Jawapos.com - Pemerintah manfaatkan Annual Meeting IMF-WB 2018 untuk menggaet sejumlah kerja sama dengan pihak luar negeri. Beberapa yang telah dilakukan adalah penandatanganan perjanjian kerjasama antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Perbankan dan Lembaga Keuangan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur di Kementerian PUPR dalam 4 tahun terakhir rata-rata Rp 105 triliun.

"Meski cukup besar, namun kebutuhan dan harapan masyarakat lebih besar lagi sehingga memerlukan alternatif pembiayaan lain diluar APBN, termasuk melalui skema investasi dan KPBU," kata Basuki melalui keterangan resmi, Jum'at (12/10).

Melalui pembangunan tol dengan skema KPBU, konektivitas antar wilayah akan lebih cepat tersambung dan manfaatnya lebih cepat. “Melalui KPBU InsyaAllah, proyek yang sudah dimulai akan selesai, karena tidak bergantung siklus APBN dan dapat diawasi oleh banyak pihak,” ujar Menteri Basuki

Perjanjian yang ditandatangani terkait investasi jalan tol yakni Pertama, antara PT Jasa Marga dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang menerbitkan instrumen investasi berupa Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) senilai USD112 juta, yang sekaligus merupakan Dinfra BUMN pertama di Indonesia.

Kedua, PT Jasa Marga juga menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) bersama Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai USD224 juta.

Ketiga, kredit investasi senilai USD523 juta dan Credit Default Swap (CDS) loan USD392 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru - Dumai.

Keempat, asset monetization senilai USD336 juta oleh PT Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, dan SMI. Kelima kredit sindikasi USD684 juta dan CDS loan USD388 juta kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan PT. SMI.

Karakter investasi jalan tol yang padat modal dengan tingkat pengembalian modal yang panjang diatas 30 tahun, tidak menyurutkan minat dan kepercayaan investor dan perbankan karena prospek Indonesia yang positif dalam beberapa dekade ke depan.

Adapun, Penandatanganan kerja sama itu dilakukan pada acara Indonesia Investment Forum 2018 yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan IMF - World Bank Annual Meetings 2018, di Nusa Dua, Kamis (10/10).

Penandatanganan disaksikan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

(uji/JPC)

Alur Cerita Berita

Momentum Kurangi Ketergantungan Dolar 12 Oktober 2018, 16:10:58 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up