JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ancaman Kekeringan Berpotensi Tekan Produksi Beras Nasional

12 Oktober 2018, 18:38:06 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Ancaman Kekeringan Berpotensi Tekan Produksi Beras Nasional
lustrasi kekeringan mengancam produksi beras nasional (DOK.SUMEKS/JPG)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah kembali diingatkan soal produksi beras nasional menyusul musim kemarau berkepanjangan pada 2018 ini. Kekeringan yang lebih panjang disejumlah wilayah diprediksi akan mengganggu produktivitas hasil tanaman pangan, khususnya padi yang masa tanamnya bisa mencapai tiga kali setahun.

Ahmad Heri Firdaus, peneliti Indef mengingatkan musim kemarau panjang yang tengah melanda Indonesia pada tahun ini dikhawatirkan mengganggu pasokan pangan nasional.

Ancaman Kekeringan Berpotensi Tekan Produksi Beras Nasional
Ilustrasi pengecer beras di pasar tradisional (DOK.FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Pasalnya, kemarau panjang telah membuat paceklik di banyak tempat di Pulau Jawa. Padahal, salah satu pulau utama di Indonesia menyumbang sekitar 60% dari total luas lahan pertanian di Indonesia.

“Kekeringan menyebaban da risiko gagal panen yang lebih besar," ucapnya mengenai risiko penurunnya produksi gabah nasional tahun ini, di Jakarta.

Terpisah, Akademisi dari Fakultas Pertanian UGM Andi Syahid Muttaqin mengatakan, kondisi musim kemarau di Indonesia pada tahun ini memang sangat unik. Bagian utara Khatulistiwa memang tidak mengalami musim kemarau berkepanjangan. Bahkan saat ini sudah memasuki musim hujan.

Parah dan panjangnya musim kemarau di 2018 pada akhirnya berimbas ke produksi tanaman pangan, khususnya padi. Soalnya kemarau berimbas mulai dari mengeringnya sumber air yang tampak hingga berkurang drastisnya kandungan air dalam tanah.

Untuk itulah, ia meminta pemerintah bisa mengantisipasi kondisi ini. Dengan rentetan musim kemarau yang dilanjutkan El Nino, pertanian pangan bisa makin terdampak. Soalnya November hingga Maret biasanya merupakan masa tanam hingga panen raya pertama untuk padi.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up