JawaPos Radar

Kemendes PDTT Prioritaskan Investasi Pertanian di Kawasan Transmigrasi

12/09/2018, 16:52 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Kemendes PDTT Prioritaskan Investasi Pertanian di Kawasan Transmigrasi
Presiden RI Joko Widodo saat meninjau Rice Milling Plant (RMP) di Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Mesuji, Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji yang direvitalisasi atas kerjasama dengan sejumlah stakeholder. (Dok.Kemendes PDTT)
Share this

JawaPos.com—Kerjasama investasi yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan beberapa perusahaan swasta di kawasan transmigrasi diprioritaskan pada proses penggarapan lahan produksi pertanian.

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Dirjen PK Trans) M Nurdin menjelaskan, investasi di kawasan transmigrasi ini bisa meliputi beberapa jenis komoditi, antara lain kelapa sawit, karet, padi serta produk-produk pertanian lainnya.

“Kita punya lahan transmigrasi yang sangat cukup luas. Kita butuh mitra yang professional. Bicara tentang profesionalisme, produktivitas dan teknologi modern tentu tidak lepas dari kemitraan swasta. Maka itu kita sangat butuh bantuan dari pihak swasta,” terang Nurdin di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, peran swasta di kawasan transmigrasi ini dilakukan untuk peningkatan pengembangan produksi, pengolahan hasil usaha agar memiliki nilai tambah, memperlancar pemasaran hasil dan distribusi barang dan jasa.

“Keberadaan investor atau perusahaan swasta ini selain mendampingi transmigran dalam hal teknis, tetapi juga sebagai pembeli. Nanti hasilnya mereka olah dengan standar tinggi menjadi barang jadi atau setengah jadi, kemudian diekspor,” jelas Nurdin.

Prinsipnya, membangun kemitraan antara masyarakat/kelompok masyarakat dengan para investor yang setara dan saling menguntungkan serta transparan dalam pengelolaan usaha.

“Jadi cluster komoditinya ada, agro industrinya ada, dan agrobisnis juga ada. Semuanya diharapkan bisa berjalan bersamaan,” ujar Nurdin.

Dia membeberkan, sebenarnya kondisi ini sudah berjalan di beberapa lokasi kawasan transmigrasi. Sebagai tahap pembelajaran dimulai dengan komoditi karet, kelapa sawit, sentra-sentra padi dan lainnya. “Komoditi yang lain tentu akan kita kembangkan. Lada dan kopi misalnya, di Mahalona,” tuturnya.

Sementara itu, dalam proses menjaring investor, lanjut Nurdin, Kemendes PDTT juga bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga terkait lainnya. “Karena ini sudah menjadi tugas pemerintah untuk menyediakan semuanya dan juga mendampingi. Pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) itu sangat penting,” katanya.

Nurdin menyebutkan, hingga saat ini total nilai investasi yang sudah terhimpun mencapai lebih kurang Rp 16 triliun dan yang akan melaksanakan investasi di kawasan transmigrasi dengan program Kemitraan. Misalnya, di Melolo, Sumba Timur ; di Maloy, Kutai Timur ; di kawasan Salor, Merauke dan di Poso.

“Untuk di Mahalona dan beberapa lokasi lainnya sudah mencetak sawah seperti di kabupaten Bulungan, Kaltara dan beberapa lokasi di Sumatera,” sebut Nurdin.

Harapannya, transmigran dapat menjadi mandiri dan berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dirinya. “Kami berharap transmigran bisa menjadi entrepreneur atas produk unggulan yang dihasilkan,” imbuhnya.

(arm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up