JawaPos Radar

BTN Apresiasi Pengembang, James Riady Sebut Pasar Indonesia Potensial

12/09/2017, 00:09 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
BTN Apresiasi Pengembang, James Riady Sebut Pasar Indonesia Potensial
Ilustrasi: Pembangunan rumah di komplek perumahan. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Indonesia Property Watch (IPW) menggelar BTN Golden Property Awards (BTN GPA) 2017, Senin (11/9). Acara tersebut dihelat sebagai bentuk penghargaan kepada para pelaku bisnis properti di tanah air.

 

Penghargaan tersebut dipersembahkan kepada para insan properti dan pengembang yang berkinerja positif dan menjaga momentum pertumbuhan bisnis properti di tanah air. Termasuk mengawal program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.  

 

”Optimisme untuk menjaga momentum pertumbuhan properti tahun ini sangat memerlukan peranan para pengembang yang peduli terhadap tingginya kebutuhan property, terutama kelas menengah ke bawah,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta kemarin (11/9).

 

Karena itu, melalui BTN GPA 2017, Bank BTN dan IPW menunjukkan dukungan dengan memberikan penghargaan bagi pengembang rumah subsidi. Bank BTN sebagai bank penyalur KPR terbesar, terutama segmen KPR Subsidi, menilai peran pengembang sangat strategis untuk mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang masih tinggi atau di kisaran 11,38 juta rumah.

 

Dari angka tersebut, backlog untuk masyarakat MBR mencapai 10 juta kepala keluarga. Untuk mendorong sekaligus mengapresiasi pengembang dalam program sejuta rumah, Bank BTN memberikan penghargaan khusus bagi pengembang yang memiliki kinerja terbaik berdasar sejumlah aspek. Di antaranya, realisasi KPR sepanjang 2016 serta kualitas kredit dan kecakapan administratif.

 

”Bank BTN mengambil peran sebagai integrator dari program sejuta rumah. Kami tidak hanya membantu dari sisi demand, tapi juga menjaga sisi pasokan dari pengembang,” ujar Maryono.

 

Terbukti dengan kolaborasi yang produktif antara perbankan dan pengembang, pernyaluran KPR dan KPA mulai menanjak pada Juli lalu. Berdasar Analisis Uang Beredar M2 yang dirilis Bank Indonesia, pertumbuhan kredit properti pada Juli naik 13,9 persen dibanding Juni yang hanya 12,1 persen. Minat pembelian rumah juga tetap terjaga. Hal itu terlihat dari hasil IPEX (Indonesia Property Expo) yang membukukan potensi kredit Rp 8,36 triliun lebih tinggi dari target awal.

 

Sepanjang Semester I 2017, Bank BTN telah menyalurkan KPR dan dukungan pembiayaan perumahan lebih dari 370 ribu unit atau Rp 39 triliun atau 56 persen dari target perseroan tahun ini 666 ribu unit.

 

”Kebijakan pemerintah ikut mendorong percepatan program sejuta rumah dan menjaga momentum pertumbuhan properti. Mulai kemudahan perizinan ke pengembang rumah subsidi, relaksasi aset terhadap pinjaman atau loan to value, hingga turunnya bunga acuan dan besarnya anggaran subsidi KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maryono.

 

Sementara itu, penghargaan yang akan diberikan bank meliputi beberapa kategori. Di antaranya, kategori Best of the Best Pengembang KPR Subsidi, Pengembang KPR Subsidi Tingkat Nasional, kategori Group Pengembang KPR Subsidi Tingkat Nasional, kategori pengembang dengan Kredit Konstruksi terbaik, dan lain sebagainya.

 

Selain memberikan penghargaan kepada para pengembang hunian, BTN GPA memberikan apresiasi kepada para pengembang properti komersil atau perusahan dan tokoh di sektor properti. Di antaranya, founder Summarecon Group Sutjipto Nagarih, founder Intiland Developer Hendro Gondokusumo, dan founder Pakuwon Group Alexander Tedja. BTN GPA 2017 juga menambah kategori pemenang dengan cakupan wilayah yang diperluas bukan hanya Jabodetabek dan Bandung, tapi hingga Surabaya dan luar Jawa.

 

Dalam diskusi pada acara tersebut, CEO Lippo Group James Riady mengungkapkan, angka kebutuhan rumah masih tinggi sehingga peluang bagi pengembang akan terus terbuka. Indonesia merupakan pasar yang paling potensial di Asia Tenggara.

 

”Di Indonesia ada defisit 11 juta rumah. Jadi, ada 11 juta orang yang ingin beli rumah, tapi harga rumah tidak terjangkau. Jadi bayangkan mana yang bisa memenuhi kebutuhan ini,” kata James.

(jpk/agf/arm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up