JawaPos Radar

Saham Perusahaan Start Up Ini Meroket 49,73 Persen Di Debut Perdananya

12/07/2018, 11:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Saham Perusahaan Start Up Ini Meroket 49,73 Persen Di Debut Perdananya
PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) saat meresmikan pencatatan saham perdananya (Romys Binekasri / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perusahaan start up PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) meresmikan pencatatan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi emiten ke 30. Sehingga, total seluruh perusahaan tercatat di pasar modal menjadi 594 emiten.

Perusahaan melepas 166,67 juta saham di harga Rp 1.850 per saham, sehingga diprediksi akan meraup dana segar sekitar Rp 308 miliar. ‎

Menteri Komunikasi dan informatika, Rudiantara mengatakan bahwa NFC merupakan perusahaan digital kedua yang melantai di bursa, meski belum berstatus sebagai Unicorn. 

“Saya berharap Unicorn-Unicorn juga nanti akan masuk ke bursa,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kamis (12/7).

Dalam debut perdananya, saham NFCX menguat 49,73 persen ke level Rp 2.770 dari harga penawaran Rp 1.850 per saham. Alhasil, saham perusahaan ke 30 yang melantai di BEI ini menyentuh batas atas auto-rejection.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Nyoman Yetna, menuturkan meski semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke pasar modal Indonesia, namun pihaknya akan terus memonitor. 

"Kami akan memonitor setiap hari perusahaan tercatat. Pesan kami, emiten harus terus berkomunikasi dengan publik dan harus menciptakan value creation," ujarnya. 

Dari hasil IPO tersebut, dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 60 persen akan digunakan untuk peningkatan modal kerja, sebesar 30 persen untuk investasi, dan sisanya akan dialokasikan untuk human development.

Dalam aksi ini, Perusahaan pun menunjuk PT Kresna Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).

Sekadar informasi PT NFC Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa teknologi informasi, digital, dan telekomunikasi. Saat ini, NFC Indonesia juga memilki beberapa jenis lini usaha yang berbasis teknologi untuk penjualan barang dan jasa.

Selain itu, perseroan pun mengembangkan teknologi berbasis pemindaian kode batang untuk membantu pelaku usaha khususnya dan masyarakat pada umumya untuk terjun memasuki gaya hidup digital yang mulai berkembang.

Sebelum IPO, ‎saham NFC Indonesia dimiliki oleh PT Kresna Jubileum Indonesia sebesar 35 persen, PT Nusantara Teknologi Perkasa memegang 25 persen, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) memegang sebesar 20 persen, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) memegang sebesar 10 persen, PT 1Inti Dot Com memegang sebesar 10 persen.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up