Menteri Rudiantara Harap Unicorn Go-Jek And The Genk Melantai di BEI

12/07/2018, 14:16 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ilustrasi Go-Jek (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyinggung  unicorn atau perusahaan start up yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar agar memanfaatkan pasar modal untuk mencari dana melalui  pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

"Saya berharap unicorn-unicorn masuk ke bursa efek Indonesia. Hanya masalah waktu dan masalah size dari pada offering nya," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (12/7).

Rudiantara pun memberikan apresiasi pada  PT NFC Indonesia atas keberaniannya menjual sahamnya di lantai bursa, meskipun belum memiliki aset yang setara dengan aset para unicorn

"Walaupun mereka belum unicorn, tapi ada keberanian masuk ke bursa di Indonesia," tuturnya.

Saat ini, Indonesia memiliki beberapa unicorn, antara lain Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. Unicorn tersebut belum tercatat sebagai perusahaan di pasar modal.

Rudiantara mengaku sangat berharap unicorn menjadi perusahaan publik. Namun dia menyerahkan seluruh keputusan tersebut kepada pihak perusahaan. Pemerintah serta BEI hanya sebatas mendorong dan memfasilitasi agar start up unicorn bisa menjadi anggota di pasar modal.

"Masuk ke bursa adalah keputusan bisnis bukan pemerintah yang minta," tandasnya.

Sekadar informasi, perusahaan teknologi yang telah tercatat di pasar modal antara lain, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang melantai pada 5 Oktober 2017, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang tercatat pada 1 November 2017, serta PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang masuk ke pasar modal hari ini.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi