JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jokowi Bersyukur, Inalum Berhasil Caplok 51 Persen Saham Freeport

12 Juli 2018, 14:57:13 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Jokowi Bersyukur, Inalum Berhasil Caplok 51 Persen Saham Freeport
Presiden Joko Widodo (Issak Ramadhan / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucap syukur atas klaim tercapainya kesepakatan antara PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) dengan PT Freeport Indonesia, terkait divestasi saham sebesar 51 persen. Sebelumnya, kepemilikkan saham Indonesia di perusahaan tambang raksasa Amerika Serikat (AS) itu hanya 9,36 persen.

"Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita Inalum telah capai kesepakatan awal dengan Freeport. Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," ujarnya di BSD, Tangerang, Banten, Kamis (12/7).

Menurutnya, pencapaian Indonesia tersebut tidaklah mudah. Butuh perjuangan panjang untuk mengembalikan salah satu sumber kekayaan alam terbesar Tanah Air. Dengan demikian, Indonesia kembali memegang kendali tambang Freeport di Papua.

"Ya seperti kita ketahui Freeport Indonesia telah kelola tambang hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan 9,36 persen. Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intensif sekali dalam 1,5 tahun ini, tapi memang kita kerjain ini diam,  karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah," jelas dia. 

Perihal nilai divestasi, mantan Wali Kota Solo ini menyerahkannya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan kedepannya penerimaan negara semakin besar.

"Ini sebuah lompatan kita harapkan nanti kita akan mendapatkan income yg lebih besar, baik dari pajak, royaltinya, dari dividen, dari retribusinya sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita semua. kepentingan nasional harus di nomorsatukan. Termasuk teknis pembagian ke menteri BUMN, keuangan, ESDM," tandasnya. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up