Harga Komoditas Dunia Naik

Segini Proyeksi Terbaru Pemerintah Untuk Harga Minyak di APBN 2018

12/03/2018, 19:08 WIB | Editor: Mochamad Nur
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok. Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Naiknya harga komodita, termasuk minyak mentah mendorong pemerintah mulai menyiapkan sejumlah skenario. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memproyeksikan asumsi harga minyak mentah menjadi USD 55 - 60 per barel. Angka itu lebih tinggi dibanding asumsi yang makro yang tercatat pada APBN 2018 yang dipatok USD 48 per barel.

Proyeksi itu tidak terlepas dari harga minyak yang tengah tinggi. Ditambah lagi, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) belum menunjukan sinyal penguatan.

Saat ini, harga minyak mentah acuan Brent tercatat sebesar USD 63,61 per barel. Sementara itu acuan West Texas Intermediate (WTI) tercatat sebesar USD 60,32 per barel.

Untuk lifting minyak dan gas, Kementerian Keuangan tetap memproyeksikannya sebesar 800 ribu barel minyak dan 1,2 juta metrik ton gas.

"Harga minyak mentah ada di kisaran USD 55 - 60 per barel, lifting minyak tetap dijaga di 800ribu bph, dan gas 1.200 boepd," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (12/3).

Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tetap sama, yakni sebesar 5,4 persen di tahun 2018. Sementara itu, nilai tukar rupiah diproyeksikan sedikit melemah dari asumsi di APBN 2018 menjadi Rp 13.500 per USD atau naik Rp 100.

"Untuk 2018, evaluasi pelaksanaan APBN. PE (Pertumbuhan Ekonmi) kita tetap perkirakan di 5,4 persen, kita terus berusaha menstabilkan harga, menjaga momentum konsumsi, dan akselarasi invest dan ekspor. Inflasi di 3,5 persen, tingkat SPN outlook-nya 5 persen," pungkasnya. 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi