JawaPos Radar | Iklan Jitu

Baut Indonesia Bebas Dari Tindakan Pengamanan Sementara Afrika Selatan

11 Agustus 2018, 12:41:14 WIB | Editor: Mochamad Nur
Baut Indonesia Bebas Dari Tindakan Pengamanan Sementara Afrika Selatan
Ilustrasi produk baut dijual di toko ritel (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Afrika Selatan membebaskan impor produk salah satu
jenis baut asal Indonesia dari pengenaan tindakan pengamanan sementara
(provisional safeguard measure) sebesar 42,09 persen. Jenis baut tersebut adalah
other screw fully threaded with hexagon heads made of steel dengan kode HS
7318.15.39. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Pemerintah Afrika Selatan pada
31 Juli 2018.

“Kami mengapresiasi keputusan Pemerintah Afrika Selatan yang mengecualikan
Indonesia dari pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS).
Hal ini sesuai dengan hasil analisis dan sanggahan yang kami sampaikan dalam
surat pembelaan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Afrika Selatan pada
bulan Mei lalu,” ujar Direktur Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan.

Dalam keputusannya, Afrika Selatan memasukkan Indonesia ke dalam kelompok
negara berkembang yang kuantitas ekspornya untuk baut jenis ini berada di bawah
ambang batas 3 persen dari total volume impor Afrika Selatan untuk jenis baut
tersebut.

Oke menambahkan, BMTPS mulai berlaku pada 3 Agustus 2018 terhadap
impor produk dari negara maju dan negara berkembang yang ekspornya di atas 3
persen.

“Berdasarkan pengamatan kami, Tiongkok dan Malaysia yang merupakan eksportir
utama produk baut jenis ini ke Afrika Selatan dikenakan BMTPS,” ungkap Oke.

Namun, Oke mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada dan mengantisipasi
segala kemungkinan, termasuk saat Pemerintah Afrika Selatan mengeluarkan
keputusan finalnya. Adapun, keputusan saat ini merupakan hasil sementara sebelum
dikeluarkannya keputusan dan rekomendasi akhir pengenaan BMTP oleh Pemerintah
Afrika Selatan.

“Untuk itu, semua pihak terkait diminta agar turut mengawal kasus ini hingga
keputusan akhir,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Pradnyawati mengatakan jika
nantinya keputusan final otoritas Afrika Selatan tetap mengecualikan Indonesia dari
pengenaan bea masuk tindakan pengamanan, maka akan terbuka kesempatan untuk
memperbaiki kinerja ekspor produk baut Indonesia ke Afrika Selatan yang menurun
dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, ekspor produk tersebut dari Indonesia ke Afrika
Selatan sempat menyentuh USD 930 ribu pada 2015 sebelum turun di tahun 2016
menjadi hanya sebesar USD 419 ribu.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up