JawaPos Radar

Susi Sebut Ada Kartel yang Sempat Memainkan Harga Garam Siapa?

11/08/2017, 15:00 WIB | Editor: Kuswandi
Susi Sebut Ada Kartel yang Sempat Memainkan Harga Garam Siapa?
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, sata hadir dalam rangka rangkaian Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke-56, Jumat (11/8) (Dida Tenola/Jawa{Pos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah telah menunjuk PT Garam untuk mengimpor bahan baku garam konsumsi. Langkah tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Carut marutnya kelangkaan garam beberapa waktu lalu, membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara di depan akademisi dan mahasiswa.

Dalam Orasi Ilmiah dan Talkshow membangun ekonomi maritim di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Jumat pagi (11/8), Susi sedikit curhat di depan mahasiswa.

Susi Sebut Ada Kartel yang Sempat Memainkan Harga Garam Siapa?
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, sata hadir dalam rangka rangkaian Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke-56, Jumat (11/8) (Dida Tenola/JawaPos.com)

"(Saya) diserang isu garam, saya bilang ekspor impor itu bukan urusan saya. Yang saya urusi itu petani garam," ujar perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat tersebut.

Susi lantas memaparkan penyebab mahalnya harga garam beberapa saat lalu. Dia membandingkan harga kiriman garam dari Sampang dan Darwin, Australia.

"Ongkos kirim dari Sampang itu lebih mahal. Sedangkan kalau kirim dari Darwin cuma 600 Dolar, sudah dapat tiga kontainer," papar menteri yang mendapat gelar Honoris Causa dari Universitas Diponegoro itu.

Murahnya biaya impor itu kemudian dimainkan oleh para pemain garam. Susi menyebut bahwa ada kartel yang mempermainkan harga garam. Sehingga membuat harga jual garam petani jeblok.

Saat garam langka, kartel memanfaatkannya. Namun Susi tidak menjelaskan secara gamblang, soal kartel tersebut. "Jadi garam yang seharusnya dibuat industri ini dijual lagi untuk konsumen (rumah tangga)," sebut Susi.

Naiknya harga garam saat ini disambut positif oleh Susi. Sebab, petani garam bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Kehadiran Susi di Surabaya dalam rangka rangkaian Dies Natalis Universitas Airlangga yang ke-56. Selain menyinggung soal garam, Susi juga menjelaskan capaian kinerjanya selama menjadi menteri. Dia menegaskan bahwa kedaulatan laut Indonesia harus tetap ditegakkan.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up