JawaPos Radar

RI Jadi Penyebab AS Defisit, Trump Niat Hapus Aturan Relaksasi Impor

11/07/2018, 11:49 WIB | Editor: Saugi Riyandi
RI Jadi Penyebab AS Defisit, Trump Niat Hapus Aturan Relaksasi Impor
Ekspor Impor. Presiden Trump ingin hapus relaksasi impor untuk Indonesia. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mengkaji penghapusan Generalized System of Preferences (GSP) untuk Indonesia. GSP merupakan perlakuan khusus impor yang diberikan kepada Indonesia.

Jika dicabut, maka Indonesia harus membayar bea masuk impor. Saat ini, ada total 124 barang yang tengah direview oleh pengusaha kaya itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan hal itu terjadi karena Trump menganggap Indonesia itu masuk sebagai negara yang membuat Amerika Serikat defisit besar.

"Kita nomor 16 apa (yang menyebabkan AS defisit). Dia mau review, ada Brazil, Kazakhstan," kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/7).

Dia bilang GSP adalah fasilitas yang diberikan Amerika Serikat kepada negara berkembang. Saat ini, pemerintah tengah mencoba untuk meyakinkan Trump bahwa hal tersebut tidak benar. Namun, keputusannya tetap ada di tangan mantan pengusaha real estate itu.

"Ini fasilitas dia. Kita lakukan meyakinkan dia. Tapi tentu saja yang putuskan dia. Kita tentu jadi lebih mahal barang-barangnya," jelasnya.

Untuk itu, Darmin kembali menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, jajaran Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pertanian, Rabu pagi (11/7).

Dalam rapat kali ini Menko Darmin akan membahas terkait masalah tersebut dengan Mendag Enggar dan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross.

"Sudah ada komunikasi. Pagi ini kita mau rapat untuk siapkan bahan-bahan Mendag bertemu dengan Mendag sana (Amerika Serikat). Engga lama juga paling akhir bulan ini," tandasnya.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up