JawaPos Radar

IHSG Dibuka Turun ke Level 5.828 Poin, Mainkan 6 Saham ini

11/07/2018, 10:12 WIB | Editor: Saugi Riyandi
IHSG Dibuka Turun ke Level 5.828 Poin, Mainkan 6 Saham ini
Ilustrasi. IHSG dibuka turun 0,9 persen pada Rabu (11/7). (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia gagal bertahan melanjutkan perjalanannya di jalur hijau. Tercatat Indeks Harga Saham Gabungan dibuka turun 0,9 persen atau 53,22 poin ke level 5.828,54 poin.

Sementara, Indeks LQ45 turun 1,5 poin atau 0,2 persen menjadi 904,03, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,5 poin atau 0,5 persen ke 649,51, dan indeks IDX30 turun 1,4 poin atau 0,3 persen ke 491,30.

Membuka perdagangan pagi ini, ada 60 saham menguat, 143 saham melemah, dan 107 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 306,51 miliar dari 516,07 juta lembar saham diperdagangkan.

Seluruh sektor penggerak IHSG bergerak melemah, dengan sektor konsumer memimpin pelemahan hingga 1,3 persen. Disusul sektor keuangan yang turun 1,2 persen.

Menurut analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, Secara teknikal, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini siap untuk melanjutkan pola pergerakan bullish, setelah kemarin mampu kembali menguat sebesar 1,28 persen ke level 5.881.

“Indikator MACD sudah membentuk pola golden cross di area negatif, sementara stochastic dan RSI bergerak ke atas menuju area jenuh beli (overbought). Terlihat pola three outside up candlestick yang menunjukkan adanya potensi bullish continuation, sehingga diharapkan pergerakan IHSG bisa melanjutkan penguatan," kata Nafan, di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurutnya, pada perdagangan kemarin laju IHSG berakhir menguat 1,28 persen ke level 5.881. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada di level 5.844 dan 5.807, sedangkan resisten pertama dan kedua di posisi 5.903 dan 5.925.

Adanya peluang kenaikan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini, Nafan merekomendasikan enam saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:

1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Fase re-akumulasi terlihat dalam rangka pembentukan pola uptrend ke depannya. Meski demikian, terlihat adanya pola bearish gravestone doji. "Buy on Weakness" pada kisaran Rp 7.125-7.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.475, 7.675, 7.850 dan 8.000. Support: Rp 6.750.

2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN),

Sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Beli" pada kisaran Rp 2.250-2.300, dengan target harga di level Rp 2.630. Support: Rp 2.100.

3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Fase re-akumulasi terlihat dalam rangka pembentukan pola uptrend selanjutnya. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp 3.940-4.040, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.120, 4.210 dan 4.610. Support: Rp 3.810.

4. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF),

Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp 8.300-8.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp 8.600 dan Rp 8.700. Support: Rp 8.100.

5. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC),

Sebelumnya terlihat pola bullish engulfing line candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp 920-940, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.000 dan Rp 1.060. Support: Rp 850.

6. PT Wika Beton Tbk (WTON)

Saat ini, pergerakan harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Beli" pada kisaran Rp 366-376, dengan target harga secara bertahap di level Rp 394 dan Rp 406. Support: Rp 360.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up