JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sektor Pariwisata Diharapkan Sumbang Penerimaan USD 40 Miliiar di 2024

11 Februari 2019, 20:47:49 WIB
Sektor Pariwisata Diharapkan Sumbang Penerimaan USD 40 Miliiar di 2024
Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro (kiri), Menteri Pariwsata Arief Yahya (tengah) dan Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani saat memberi penjelasan di Kongres PHRI di Jakarta, Senin (11/2). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan, selain sektor manufaktur dan pertanian. Pemerintah berharap pada 2024 Indonesia akan dikunjungan sedikitnya 20 juta wisatawan mancanegara dengan pemasukan mencapai USD 40 miliar.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengingatkan pentingnya sinergi antara Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta dalam mengembangan potensi wisata.

"Sektor pariwisata tumbuh cukup bagus. Namun, kita harus terus meningkatkan daya saing, khususnya dalam menghadapi persiangan dengan negara-negara di Asia Tenggara," ujar Bambang saat berbicara dalam Kongres Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta, Senin (11/2).

Semakin berkembangnya sektor pariwisata di Indonesia diharapkan mampu berkontribusi positif sebagai penyumbang devisa negara. "Pada 2024, kita harapkan sektor pariwisata bisa memberi kontribusi 7 persen terhadap PDB," imbuh Bambang.

Pada tahun 2018, pendapatan sektor pariwisata diperkirakan mencapai USD 20 miliar, naik 20 persen dibanding tahun 2017 senilai USD 16,8 miliar.

Tren peningkatan ini akan terus meningkat jika seluruh komponen  industri bisa saling berkolaborasi dalam membangun pariwisata Indonesia secara berkelanjutan. “Pariwisata selalu menjanjikan, karena memberikan dampak langsung pada  devisa dari kunjungan wisman, PDB dari pergerakan wisnus, dan membuka lapangan kerja di sektor-sektor yang terkait dengan pariwisata,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Sementara Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani menegaskan PHRI akan terus mendukung program pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. "PHRI sebagai perhimpunan yang berisi pemain-pemain perhotelan yang professional terus berupaya menciptakan kualitas akomodasi dan restoran Indonesia memiliki kelas di tataran regional,” sambung Hariyadi.

Di usia 50 tahun, PHRI terus melakukan fungsinya sebagai salah satu pilar penting pariwisata Indonesia dimana terdapat 10 fungsi pendukung didalam PHRI antara lain: Pembinaan Organisasi, Pembinaan Hotel, Pembinaan Restoran, Kelembagaan & Legal, Destinasi Wisata, Pemasaran & Promosi, SDM & Sertifikasi, Pengembangan Pariwisata Halal, Pengembangan Usaha dan Investasi, Litbang & IT.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Romys Binekasri

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up