alexametrics

Pertumbuhan Ekonomi Gagal 7 Persen, Listrik 35.000 MW Di bawah Target

11 Februari 2019, 21:32:24 WIB

JawaPos.com – Hingga memasuki tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi di era Presiden Joko Widodo mencapai 5,17 persen. Angka itu merupakan yang tertinggi sepanjang Jokowi menjabat meski tak mencapai target janji kampanye saat 2014 lalu yakni 7 persen. 

Capaian ekonomi yang masih berada di angka 5 persen tersebut, turut mempengaruhi target megaproyek listrik 35.000 MW yang juga jadi janji kampanye. Diperkirakan, capaiannya hanya 20.000 MW pada 2019.

“Melihat ekonomi kita yang tumbuh 5 persen plus maka dengan mempertimbangkan reserve margin yang ditargetkan sekitar 30 persen. PLN dan KESDM akhirnya sampai 2019 kemungkinan besar (capaiannya) 19.000-20.000 MW,” jelas Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/2).

Meski akibatnya ada proyek-proyek yang operasi komersialnya diperpanjang dan disesuaikan sesuai kebutuhan, namun Arcandra mengatakan proyek 35.000 MW tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Secara garis besar tetap berjalan sesuai dengan rencana namun COD (Commercial Operation Date)-nya diperpanjang atau disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pembangkit listrik dalam program 35.000 MW yang sudah beroperasi atau commercial operation date (COD) baru 8 persen atau 2.899 MW hingga akhir Desember 2018. Sementara, pembangkit yang masuk tahap konstruksi mencapai 52 persen.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, 52 persen dalam tahap konstruksi itu setara dengan 18.207 MW. Sebagian, akan rampung tahun ini. Dengan beroperasinya sebagian pembangkit di 2019, maka secara persentase, program 35.000 MW akan terealisasi 45 persen.

 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti

Copy Editor :

Pertumbuhan Ekonomi Gagal 7 Persen, Listrik 35.000 MW Di bawah Target