JawaPos Radar | Iklan Jitu

Hari Ke-5 Pencarian Kapal Namse Bangdzod Belum Membuahkan Hasil

11 Januari 2019, 16:23:08 WIB
Hari Ke-5 Pencarian Kapal Namse Bangdzod Belum Membuahkan Hasil
Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Pencarian Kapal Mother Tanker (MT) Namse Bangdzod hingga hari ke-5 masih belum menemui titik terang. Tim SAR, Kementerian Perhubungan dan petugas gabungan lainnya masih terus melakukan pencarian.

"Sampai saat ini, belum ada hasil," kata Kasubbag Humas Basarnas M. Yusuf Latif kepada JawaPos.com, Jumat (11/1).

Selain itu, Yusuf juga menegaskan jika hasil pencarian belum memberikan indikasi dari hilang kontaknya kapal pembawa minyak mentah itu. 

Diakuinya, besarnya daerah yang harus dijangkau juga turut menjadi kendala tim pencari. Meski demikian, kapal yang berangkat dari Sampit, Kalimantan itu menuju Tanjung Priok masih akan terus dilakukan pencarian. "Tidak ada tanda-tanda (kapal). Titik koordinat hilang kontak belum diketahui," kata dia.  

Sebelumnya, Pakar Kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Raja Oloan Saut Gurning berpendapat jika hilang kontaknya kapal tersebut bukan disebabkan karena faktor kecelakaan. Alasannya, tidak ada indikasi munculnya permintaan pertolongan melalui signal distress yang dikeluarkan oleh awak kapal tersebut.

"Biasanya hilang kontak umumnya akibat persoalan teknis dan operasional kapal atau gangguan cuaca buruk yang mengakibatkan kapal tidak mampu lagi melakukan operasi pelayaran. Baik tenggelam, terbawa arus (drifting) atau tubrukan akibat kapal yang tidak dapat lagi ditenggelamkan. Atau memang faktor non-teknis lain adalah kemungkinan kapal dibajak," ungkapnya.

Dari beberapa indikasi tersebut, katanya, ada potensi besar jika kapal MT Namse Bangdzod terbawa arus maupun dibajak oleh para perompak. Hal itu tercermin pada pergerakan posisi kapal yang berhasil terdeteksi di sejumlah penyedia informasi tracking kapal. 

Pantauan dari marinetraffic.com saja, kapal tersebut terakhir terlihat di radius 50 nautical mile atau sekitar Teluk Jakarta.

"Faktanya posisi kapal sudah beberapa kali ditemukan dan dideteksi oleh sejumlah penyedia informasi posisi kapal MT Namse Bangdzod baik di Karawang bahkan di sekitar Gresik," tuturnya.

"Jadi dengan ditemukannya sejumlah deteksi (position tracking) dari kapal tersebut maka kemungkinan indikasi kapal mengalami drifting oleh arus atau gelombang dan yang kedua dibajak (dikendalikan pihak lain yang keberadaan kapal tidak dapat secara kontinu dideteksi atau ditelusuri)," tutupnya.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Hana Adi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini