JawaPos Radar | Iklan Jitu

GARDA Indonesia Dukung Permenhub Tentang Ojek Online

11 Januari 2019, 20:05:42 WIB
GARDA Indonesia Dukung Permenhub Tentang Ojek Online
Ilustrasi ojek online. (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus menggodok aturan ojek online. Sejumlah asosiasi dan pemangku kepentingan terkait juga ikut dilibatkan dalam pembahasan ini. Rencananya, dalam beberapa bulan ke depan, beleid tersebut akan terbit.

Menanggapi hal itu, Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (GARDA INDONESIA), Igun Wicaksono mendukung langkah yang diambil Kemenhub. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar ojek online memiliki payung hukum, dan membuat tim perumus Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan mengenai transportasi roda dua yang berbasis online.

"Kita akan konsisten mendukung dan mengawal Rancangan Permenhub hingga menjadi Permenhub bagi ojek online," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/1).

Lebih lanjut, pihaknya akan menggandeng beberapa kelompok, diantaranya akademisi, praktisi, kelompok profesional untuk terlibat dalam perumusan Rancangan Permenhub yang menaungi pengemudi ojek online.

"Pola perjuangan Garda secara persuasif dengan mengedepankan perjuangan melalui jalur intelektual dan akademis dengan menggandeng akademisi, professional, praktisi dan intelektual diharapkan mampu memberikan andil bagi Permenhub yang adil atas hak, kewajiban dan sanksi bagi seluruh stakeholder ojek online," sambungnya.

Di sisi lain, dirinya menyayangkan adanya rencana aksi yang dilakukan oleh segelintir pengemudi ojek online yang menuntut pemerintah memberikan payung hukum bagi ojek online. 

"Kami sangat menyayangkan masih ada saja sekelompok rekan pengemudi ojek online yang masih belum memahami langkah-langkah Pemerintah yang mulai membuat payung hukum bagi ojek online ini," katanya.

Oleh karena itu Igun berharap rencana aksi yang menamakan sebagai Gema Malari 151, tidak perlu untuk dilakukan. Sebab, saat ini aturan mengenai ojek online masih digodok.

"Saya kira aksi tersebut tidak perlu dilakukan, kita kawal rancangan pembuatan Permenhub tentang Ojek Online," tandasnya.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Hana Adi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini