JawaPos Radar | Iklan Jitu

Prabowo - Sandi Mau Bangun Infrastruktur Tanpa Utang

Ini Respon Sri Mulyani

10 Desember 2018, 17:21:22 WIB
Prabowo - Sandi Mau Bangun Infrastruktur Tanpa Utang
Pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno (Issak Ramadhan / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno dalam kampanyenya berjanji membangun infrastruktur tanpa utang bila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. 

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya mengapresiasi fokus pembahasan utang yang selalu disampaikan oleh Prabowo-Sandi. Menurut dia, setiap pemerintahan selalu punya keinginan untuk menciptakan perekonomian dan keuangan negara yang sehat dan kredibel. 

"Itu saya sangat menghargai sekali (upaya) Presiden Jokowi memiliki komitmen (menciptakan perekonomian dan keuangan negara yang sehat) itu makanya defisit kita itu sekarang makin diturunkan, primary balance kita sudah nol," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/12).

"Kalau Pak Prabowo sebagai kontestan juga memiliki komitmen seperti itu, berarti juga akan meningkatkan confidence terhadap ekonomi Indonesia. Karena berarti dalam hal ini, Oh Indonesia memiliki kandidat kandidat Presiden yang semuanya menginginkan APBN-nya sehat dan sustainable," tambahnya.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, setiap pemerintahan punya cara masing-masing dalam mengoptimalkan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Sekuritisasi misalnya, proyek infrastuktur. Dengan mekanisme ini maka BUMN bahkan Pemda yang memiliki infrastruktur bisa di sekuritisasi melalui pasar modal. 

Manfaatnya, BUMN atau Pemda bisa mendapatkan dana segar hasil sekuritisasi yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastuktur lainnya tanpa harus berutang.

Kemudian ada pendanaan dari APBN, APBD, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga yang teranyar yakni Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Pembangunan dengan 4 mekanisme tersebut merupakan equity financing. Artinya anggarannya tidak menggunakan utang.

"Sehingga kita bisa mendapatkan dana baru yang ini sekarang sudah dilakukan bersama-sama dengan OJK sehingga BUMN-BUMN ataupun nanti juga pemerintah daerah kalau mereka memiliki infrastruktur yang bagus ya bisa saja di bawa ke pasar modal untuk mengisu surat atau menghimpun dana berdasarkan infrastrukturnya tersebut, sehingga dia bisa dipakai dan ditanam kembali untuk infrastruktur. Mekanisme mekanisme seperti itu sebenaranya sudah terus kita sempurnakan, jadi siapapun nanti bisa menggunakan mekanisme itu," pungkasnya.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : (hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up