alexametrics

Menhub Budi: Program Tol Laut Masih Banyak Kekurangan

10 Desember 2018, 16:55:58 WIB

JawaPos.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui program tol laut yang menjadi andalan pemerintah Presiden Joko Widodo banyak yang perlu dievaluasi. Dijelaskan Budi, setidaknya ada lima hal yang menjadi evaluasi Kementerian Perhubungan dalam pengoperasian tol laut.

“Selalu kita evaluasi, tol ini banyak nolong dan improve suplai barang-barang ke sana (timur),” kata Budi ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (9/12).

Ia mengatakan saat ini pemerintah terus malakukan improvisasi muatan balik. Dengan begitu maka ada peningkatan efisiensi sehingga ongkos yang ditanggung tidak terlalu besar. Selain itu, dia menekankan, adanya tol laut diharapkan dapat mengirimkan barang-barang secara masif dari barat ke timur sehingga bisa mengurangi disparitas harga.

“Kita memang pertama ingin (tol laut) mengirimkan barang-barang yang masif dari barat ke timur seperti semen beras gula minyak goreng, yang menang pokok dan masif, yang bisa langsung ke pabrikan,” terangnya.

Untuk itu, pemerintah bersama dengan BUMN yakni Pelni secara khusus membuat rumah-rumah logistik yang menampung apa yang bisa dibawa. Adapun, pihaknya juga tengah mempersiapkan sistem penjualan barang-barang secara online dengan tujuan memotong rantai pasok.

“Misal kita ketemu pabrikan minyak goreng, satu pedagang beras yang besar, gula yang besar, online, end usher itu langsung membeli, jadi potong rantai pasok yang tadi oleh seseroang, jadi satu atau dua berkurang, kalo itu terjadi harga akan kompetitif,” terangnya.

Disamping itu, Menhub Budi mengatakan pemerintah sudah menyewa rifer kontainer yang bisa membawa daging ayam ke wilayah timur lalu dari timur membawa balik kontainer yang diisi ikan. Dengan begitu diharapkan volume pengiriman daging atau ayam kesana menjadi bertambah. 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (uji/JPC)



Close Ads
Menhub Budi: Program Tol Laut Masih Banyak Kekurangan