JawaPos Radar | Iklan Jitu

Melantai di BEI, Saham Jakarta Urban Propertindo Melejit 50 Persen

10 Desember 2018, 12:35:54 WIB
Melantai di BEI, Saham Jakarta Urban Propertindo Melejit 50 Persen
PT Urban Jakarta Propertindo Tbk saat melepas saham perdana di BEI. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pengembang hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) hari ini melepas sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui prosesnya pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dan menjadi emiten ke 54 sepanjang tahun ini.

Perusahaan melepas sahamnya sebanyak  360.000.000 lembar saham atau sebanyak 11,24 persen dengan harga Rp1.200,- per saham melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham yang dilaksanakan pada 3 Oktober 2018.

Dalam debut perdananya saham URBN naik 600 poin atau 50 persen ke level Rp 1.800 dari harga IPO Rp 1.200 Saham URBN ditransaksikan sebanyak 2 kali dengan volume perdagangan sebanyak 5 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 900.000

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengucapkan selamat kepada dua emiten yang resmi melantai di bursa pada pagi hari ini.

"Selamat kepada dua perseroan yang resmi memasuki capital market ekosistem, yakni mencapai mimpinya menjadi perusahaan tercatat di bei. Semoga milestone ini tidak menjadi ujung melainkan awal bagi entitas untuk menjalan sistem di pasar modal Indonesia," ujarnya di gedung BEI Jakarta, Senin (10/12).

Sementara Direktur Urban Jakarta Tri Rachman Batara mengatakan, Urban Jakarta mendapatkan respon positif dan antusiasme dari masyarakat. Hal itu tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) yang sebesar 2,6 kali dari jumlah saham yang ditawarkan. Sehingga, melalui IPO ini, Urban Jakarta berhasil memperoleh dana sebesar Rp 430 miliar.

“Kami percaya bahwa properti dengan konsep TOD atau Transit Oriented Development yang kami kembangkan itu merupakan pilihan cerdas bagi masyarakat urban di Jakarta dan sekitarnya menghadapi permasalahan utama mereka sehari-hari seperti kemacetan lalu lintas (accesibility) dan keterjangkauan (affordibility) kepada hunian yang baik,” tuturnya. 

Harapannya, dengan diserapnya produk dan layanan oleh pasar, tentu akan meningkatkan kinerja Perseroan sehingga pada akhirnya bukan hanya meningkatkan nilai investasi para pemegang saham, melainkan juga menjadi daya dorong yang besar bagi peningkatan kinerja serta kebangkitan sektor industri properti pada umumnya.

Untuk aksi korporasi ini, Urban Jakarta menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters atau JLU).

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 504.000.000 (lima ratus empat juta) Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 19,68 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan. 

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.
 
Nantiny, seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil IPO akan dipergunakan sekitar 51 persen untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek, sekitar 31 persen akan digunakan Perseroan untuk belanja modal dan pengembangan, dan Sekitar 18 persen akan digunakan Perseroan untuk modal kerja.

Sebagai informasi, aset lancar Perseroan pada Semester I 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp17,3 Miliar, atau sebesar 1,69 persen dibandingkan dengan semester sebelumnya. 

Hal ini terutama disebabkan karena adanya peningkatan pada aset real estat sebesar Rp162,31 Miliar, atau sebesar 43,09 persen, sejalan dengan terlaksananya pembangunan proyek-proyek yang dimiliki oleh Perseroan.

Pendapatan Urban Jakarta Semester I 2018 sebesar Rp 52,4 Miliar, meningkat sebesar 44,00 persen dibanding pendapatan tahun 2017. Peningkatan ini terjadi karena Perseroan telah menjual apartemen Lot 1 di proyek Gateway Park di Semester I 2018, dimana pada tahun 2017 Perseroan baru menjual Ruko di proyek Gateway Park. 

Marjin laba bersih Perseroan pada Semester I 2018 sebesar 33,72 persen, meningkat dibandingkan semester sebelumnya, yaitu 28,36 persem. Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan laba bersih Perseroan yang bersumber dari kenaikan pendapatan Perseroan.

Saat ini, Urban Jakarta tengah membangun empat proyek berkonsep TOD yang berada pada lintasan jaringan LRT Jabodetabek. Total nilai keempat proyek tersebut adalah sekitar Rp 10,2 triliun selama kurang lebih lima tahun dan dua di antaranya merupakan Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti (d/h PT Adhi Karya Tbk – Divisi TOD) yaitu Gateway Park Rp 3,7 triliun dan Urban Signature Rp 3,77 triliun. Sementara dua proyek lainnya yaitu Urban Sky Rp 1,41 triliun dan Urban Suites Rp 1,58 triliun dikembangkan sendiri oleh Urban Jakarta.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : (mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up