alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kepala BPS Beberkan Tantangan Pembangunan Desa

10 Desember 2018, 16:41:12 WIB
Kepala BPS Beberkan Tantangan Pembangunan Desa
Ilustrasi (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Mengembangkan desa di Indonesia menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong kesejahteraan yang merata. Sebab, desa turut berpengaruh besar terhadap kemajuan negara. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, ada beberapa tantangan dalam pembangunan sebuah desa. Tantangan pertama yaitu bencana alam. 

Berdasarkan data potensi desa (podes) 2018 tanah longsor, banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, gelombang pasang laut, angin puyuh/puting beliung/topan, dan gunung meletus.

Data Podes menunjukkan masih ada 19.765 desa terdampak banjir, 10.246 desa terdampak tanah longsor, dan 10.115 desa terdampak gempa bumi.

"Karena indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan bencana. Kita memang tidak bisa mengelak karena kita berada di kawasan ring of fire," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (10/12).

Tantangan kedua, terkait pencemaran. Meliputi air, udara dan tanah. Pencemaran ini dapat bersumber dari rumah tangga, pabrik/industri, dan lainnya.

Tercatat sebanyak 16.847 desa masih terkena pencemaran air, 8.882 desa terkena pencemaran udara dan 2.200 terkena pencemaran tanah. 

Selanjutnya adalah tantangan dari aspek keamanan. Keamanan lingkungan merupakan salah satu faktor utama kenyamanan suatu wilayah. Ia menjelaskan, keamanan itu menyangkut penganiayaan, pembakaran, perkosaan, perjudian, pembunuhan maupun perdagangan orang.

"Kejadian penyalahgunaan narkoba dan perkelahain massal adalah yang tertinggi," tandasnya.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : (hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini