JawaPos Radar

Hari Pahlawan

Arti dan Sosok Pahlawan Bagi Ekonom Muda Bhima Yudhistira

10/11/2017, 22:34 WIB | Editor: Mochamad Nur
Arti dan Sosok Pahlawan Bagi Ekonom Muda Bhima Yudhistira
Ekonom Indef Bima Yudhistira (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - "Jangan sesekali melupakan sejarah", begitu bunyi semboyan terkenal yang diucapkan oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Ungkapan itu begitu dalam artinya untuk bangsa Indonesia. Sebab, semboyan itu memiliki arti kuat bahwa perjuangan para pahlawan terdahulu begitu besar dalam memperjuangkan dan memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah.

Pada intinya, peringatan hari pahlawan pada 10 November merupakan arti penting bahwa sejarah tidak boleh dilupakan.

Bagi Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, pahlawan merupakan sosok hebat yang mengabdi bagi kepentingan orang banyak tanpa pamrih. Mereka rela mengorbankan segalanya demi kepentingan bangsanya.

"Saya ibaratkan pahlawan itu cowboy. Setelah musuh di sebuah kota berhasil disingkirkan ia pergi tanpa jejak. Nanti kalau musuhnya kembali lagi dan masyarakat meminta bantuan, baru si Cowboy muncul dari antah berantah," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (10/11).

Dia mencontohkan, pahlawan di era saat ini adalah sosok seorang guru. Baginya, guru adalah sosok yang tak pernah meminta pujian apapun atas kerja kerasnya dalam membentuk dan mendidik bangsa Indonesia.

Secara lebih luas, guru tidak selalu ada di lembaga pendidikan saja, namun juga dalam kehidupan sehari-hari akan selalu ada guru yang mengajarkan seseorang menjadi lebih baik lagi.

"Buat saya pahlawan yang hakiki itu guru. Setelah anak didiknya sukses, dia tak minta pujian atau dikenang. Karena yang dilawan seorang guru adalah musuh abadi bernama kebodohan. Jika si murid btuh bantuan maka guru akan selalu hadir membimbing. Begitu terus siklus nya," tuturnya.

"Guru bukan artian sempit yang ada disekolahan saja tapi saya menemui banyak guru yang punya idealisme. Ekonom ekonom senior yang jasanya besar membangun Indonesia itu guru bagi saya," tandasnya.

(cr4/JPC)

Alur Cerita Berita

Ini Sosok Pahlawan Bagi Satria Tama 10/11/2017, 22:34 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up