Resmi Ditutup, Angka Kunjungan Jateng Fair 2018 Tak Tembus Target

10/09/2018, 15:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Perhelatan Jateng Fair 2018 di PRPP, Semarang, menghadirkan grup musik Fourtwentry baru-baru ini. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Event tahunan Jateng Fair 2018 bertajuk Magical Dieng resmi ditutup Minggu (9/9) malam. Meski begitu, PT. Pusat Rekreasi dan Pameran Pembangunan (PRPP) selaku penyelenggara menyebut bahwa jumlah kunjungan kali ini tak mencapai target.

Direktur PT. PRPP, Titah Listiorini mengatakan, selama 24 hari penyelenggaraan Jateng Fair di area PRPP sejak 17 Agustus 2018 lalu, angka kunjungan hanya tercatat 200 ribu orang saja. "Target kami awalnya, pengunjung bisa mencapai 500 ribu," ujarnya saat dihubungi, Senin (10/9).

Titah mengatakan, ada banyak faktor yang membuat jumlah hal itu terjadi. Sebagai contoh, seperti yang ia sampaikan diantaranya kondisi perekonomian juga daya beli lesu, serta banyaknya tontonan di rumah macam Asian Games 2018, dan sebagainya.

"Asian Games yang merupkan perhelatan internasional dan ditunggu tunggu masyarakat karena memilih nonton tv di rumah. Saya kira pilihan masyarakat sah-sah saja," ujarnya lagi.

Walau demikian, dirinya memastikan bahwa ukuran sukses tidaknya pagelaran ini tak melulu jumlah kunjungan. Titah meyakinkan jika ratusan ribu pengunjung yang datang menikmati setiap isi dari Jateng Fair 2018.

Menurut Titah, pihaknya telah bekerja maksimal dengan mendatangkan sederet hiburan pesta rakyat kepada masyarakat. Berbagai ikon musik nasional seperti Via Vallen maupun Fourtwnty dan lain-lain, bahkan internasional seperti maskot Doraemon juga dihadirkan untuk menyedot minat masyarakat. "Di samping nonton pameran, berekreasi dan mendapatkan hiburan artis nasional," ujarnya lagi.

Lebih lanjut, pihaknya berjanji tetap melakukan pembenahan untuk pelaksanaan tahun depan. Dia mengaku segera mempelajari dan membenahi segala kekurangan ataupun nilai plus pada perhelatan tahun ini.

“Kami pasti akan mempelajari kembali, dan melakukan pengajian ulang. Mungkin upaya rebranding untuk tahun depan jadi pilihan yang bagus,” tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi