JawaPos Radar

5 BUMN Bersinergi Dukung Industri Sandang Nusantara

10/08/2018, 14:19 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
5 BUMN Bersinergi Dukung Industri Sandang Nusantara
Penandatanganan nota kesepahaman sinergi 5 BUMN mendukung industri sandang nusantara. (Romys Binekasri / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lima perusahaan plat merah, melakukan  penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung PT Industri Sandang Nusantara (Persero) dalam Mengembangkan Pasar Sarung dan Industri Tekstil.

Kelima BUMN tersebut yaitu yaitu PT Danareksa (Persero), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, MoU yang ditandatangani ini merupakan sinergi pembiayaan, pengadaan bahan baku dan penjaminannya serta penjaminan pembayaran untuk pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

“Model kerja sama seperti ini yang kedepannya perlu kita replikasi terus menerus.  Dalam 4 tahun terakhir Kementerian terus mendorong pola seperti ini,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (10/8).

MoU ini merupakan langkah awal bagi PT Danareksa (Persero) bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), dan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) dalam bekerjasama mendukung pengembangan bisnis PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Sementara Direktur Utama PT Industri Sandang Nusantara (Persero) Robby E Quento,  mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada masing-masing pihak yang terkait dalam Sinergi ini dan berharap bahwa sinergi ini dapat berjalan sukses. 

Penandatanganan MoU ini, merupakan langkah strategis pengembangan bisnis, juga untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi nasional. Selama ini, SIER bergerak di sektor pengembangan kawasan industri serta logistik, namun dengan MoU ini, akan menjadi bukti kontribusi dalam hal pembiayaan pengadaan bahan baku bagi PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Sebagai tindak lanjut atas MoU ini, kedepan akan dilakukan langkah-langkah strategis, termasuk kesepakatan tentang nilai pembiayaan yang dibutuhkan oleh PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Kami merencanakan, dalam kurun waktu paling lama 1 (satu) tahun kedepan, pembiayaan ini akan bisa direalisasikan.

Rencana kedepan, kata Aloy, dengan sinergi ini PT Industri Sandang Nusantara (Persero)  dapat mengoptimalkan produktivitas serta meningkatkan omzet penjualan baik secara lokal maupun ekspor. Di satu sisi, ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah mencapai nilai USD12,4 miliar pada tahun 2017, melebihi target dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebesar USD11,8 miliar. 

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor 2019 sebesar USD15 miliar. Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan peran strategis BUMN khususnya PT Industri Sandang Nusantara (Persero)  dalam merealisasikan target ekspor tersebut.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up