alexametrics

Pemerintah Mulai Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau Panjang

10 Juli 2019, 22:30:27 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mulai mengambil ancang-ancang untuk menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Mereka khawatir, panjangnya durasi musim kemarau akan menyerang sektor produksi pangan nasional.

Berbagai langkah antisipasi pun dilakukan dengan menggelar pertemuan tingkat tinggi tim pengendalian inflasi yang diikuti oleh sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga. Pertemuan itu dilakukan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Sejumlah pimpinan intitusi yang hadir antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Kepala BPS Suhariyanto, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Direktur Utama PT Bulog Budi Waseso.

Usai pertemuan tertutup, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro secara singkat menyebut, pertemuan membahas tentang antisipasi kemarau panjang. “Pembahasannya antisipasi kemarau panjang,” kata Bambang.

Mantan Menteri Keuangan itu menyampaikan, kemarau panjang akan berdampak terhadap produksi pangan. Padahal selama ini, pangan selalu menjadi salah satu komponen yang banyak memberikan andil terhadap inflasi.

Atas dasar itu, pemerintah fokus pada upaya mengantisipasi penurunan produksi pangan akibat musim kemarau panjang. “Kita harus benar-benar antisipasi musim kekeringan yang mungkin agak di luar kebiasaan,” tuturnya.

Namun, Bambang tak merinci komoditas pangan apa yang akan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. “Beras sejauh ini di cadangan Bulog masih relatif aman. Harusnya komoditi lain di luar beras,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kemarau panjang. Di antaranya kembali menata ekosistem yang tidak hanya terkonsentrasi pada produksi, melainkan pembenahan pada jalur distribusi agar lebih efisien.

“Penyiapan gudang untuk beberapa komoditas yang mudah busuk. Hal-hal seperti itu yang kami antisipasi ke depan. Kami persiapkan dengan matang,” katanya pria yang akrab disapa Ketjuk itu.

Ketjuk menyebut, sejumlah komoditas yang perlu diawasi antara lain cabai merah dan cabai rawit. Sementara itu, Dirut Bulog Budi Waseso meminta masyarakat tak perlu khawatir terkait ketersediaan beras selama musim kemarau panjang.

“Untuk sampai Desember sudah aman. Prediksi ke depan masih punya 1,5 juta ton, berarti aman. Jangan sampai khawatir,” tukasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads