JawaPos Radar

Menperin Airlangga Dorong Pembentukan Koperasi di Pondok Pesantren

10/06/2018, 06:19 WIB | Editor: Mochamad Nur
Menperin Airlangga Dorong Pembentukan Koperasi di Pondok Pesantren
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pemberdayaan umat lewat pengembangan koperasi terus dipacu pemerintah. Salah satunya, dilakukan Kementerian Perindustrian dengan mendorong pembentukan koperasi dalam upaya menumbuhkan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren.

“Kami terus mendukung peran koperasi menjadi kekuatan baru yang bisa mengakselerasi peningkatan daya saing industri dalam negeri terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM),” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (9/6).

Hal tersebut juga sempat disampaikan Menperin ketika berkunjung di kediaman KH Maimoen Zubair, di Pondok Pesantren Al-Anwar, Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Tengah, pekan lalu. Kesempatan ini dalam rangkaian agenda kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, yang sebelumnya bersama rombongan mengunjungi pabrik elektronik PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) di Kudus.

Menurut Airlangga, koperasi dinilai mampu menghimpun dan melibatkan banyak masyarakat dalam menumbuhkan aktivitas wirausaha sehingga dapat mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia. “Apalagi, kita punya potensi dari jumlah pondok pesantren yang sangat banyak dan tersebar di seluruh daerah,” tuturnya.

Airlangga menyebutkan, program koperasi di pondok pesantren sejatinya telah digalakkan sejak lama. Bahkan telah populer ketika di era ayahnya, Ir. Hartarto Sastrosoenarto yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada tahun 1983-1993 silam atau zaman orde baru.

Menperin meyakini, pelaksanaan program koperasi di setiap pondok pesantren, mampu menciptakan ekosistem perekonomian di Tanah Air. Selain itu, para santri bisa mencukupi kebutuhannya dengan penghasilan tambahan dari usaha di pondok pesantren.

Dalam hal ini, Kemenperin telah menginisasi program yang dinamakan Santripreneur. “Kami punya dua model, yakni Santri Berindustri dan Santri Berkreasi,” ungkap Airlangga. Santri Berindustri merupakan upaya pengembangan unit industri yang telah dimiliki oleh pondok pesantren maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial.

Sedangkan, model Santri Berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa pondok peantren untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up