alexametrics

Lebaran, Daerah Wisata Paling Rawan BBM

10 Juni 2017, 10:25:39 WIB

JawaPos.com – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V memprediksi puncak konsumsi bahan bakar minyak (BBM) terjadi pada 23 Juni atau H-2 Lebaran. Selanjutnya, puncak kebutuhan pada arus balik di Jatim diperkirakan terjadi pada 3–4 Juli.

General Manager Pertamina MOR V Herman M. Zaini memperkirakan kenaikan BBM mencapai 14 persen jika dibandingkan dengan konsumsi normal. Total konsumsi BBM pada 23 Juni nanti diprediksi mencapai 4.013 kiloliter (kl). Selanjutnya, konsumsi normal BBM di Jatim rata-rata menembus 3.300 kl per hari.

’’Sedangkan waktu arus balik naik 15 persen pada 3 dan 4 Juli 2017. Konsumsi BBM pun bisa mencapai 4.022 kl per hari,’’ terang Herman kemarin (9/6).

Di wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, total konsumsi BBM pada hari normal mencapai 11 ribu kl per hari. Sementara itu, pada puncak arus mudik dan balik diperkirakan mencapai 13 ribu–14 ribu kl per hari. ’’Di Jatim, paling rawan justru di kawasan wisata seperti Malang, Batu, Tretes, maupun Gunung Bromo,’’ tuturnya.

Pertamina telah menyiapkan tambahan 42 mobil tangki dalam mendistribusikan BBM di Jatim dengan total kapasitas 1.084 kl. Tambahan tersebut membuat Pertamina memiliki mobil tangki existing 558 unit yang tersebar di berbagai terminal BBM.

Seluruh SPBU di jalur arus mudik/balik juga diperintahkan buka 24 jam dan menyiapkan pertamax series dan pertamina dex dalam bentuk kemasan. Selain itu, Pertamina menyediakan produk BBM kemasan di tol Waru, Sidoarjo.

’’Stok tidak ada masalah. Stok BBM di Surabaya dipenuhi dari Tuban. Di sana stoknya mencapai 350 kl dan bertahan hingga 200 hari ke depan,’’ terang Herman.

Pertamina juga membentuk SPBU kantong atau khusus sebagai antisipasi di enam titik SPBU. Yakni, Jombang, Nguling di Probolinggo, Lumajang, Pakisaji di Malang, Batu, dan Blitar. (vir/c22/noe)

Editor : Dwi Shintia

Lebaran, Daerah Wisata Paling Rawan BBM