
Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang E-Commerce, Marunda, Jakarta[, Kamis (13/11/2020). Meski sejumlah sektor industri yang lesu selama pandemi Covid-19, Kementerian Perindustrian optimistis industri maka
JawaPos.com - Pemerintah mengawal kinerja manufaktur menuju pemulihan. Yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan bahan baku. Khususnya bahan baku industri makanan dan minuman (mamin). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merancang aturan turunan UU Cipta Kerja untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri.
Industri mamin mampu tumbuh sebesar 1,66 persen tahun lalu. Kontribusinya terhadap PDB industri pengolahan nonmigas mencapai 38,29 persen. Sektor itu juga menyumbangkan 6,85 persen PDB nasional.
"Industri mamin menjadi industri prioritas yang kita kembangkan," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Selasa (9/2).
Guna meningkatkan peran industri mamin dalam perekonomian nasional, pemerintah harus bisa menjamin ketersediaan bahan bakunya. Selain mendongkrak produktivitas, pasokan bahan baku yang lancar meningkatkan daya saing industri mamin.
Menurut Agus, pemerintah berfokus pada jaminan ketersediaan bahan baku dari dalam dan luar negeri untuk merancang aturan turunan UU Cipta Kerja. "Kebutuhan bahan baku atau bahan penolong untuk industri makanan, termasuk di dalamnya gula, harus diverifikasi dulu dari sisi suplai maupun demand," terangnya.
Sementara itu, dari Jawa Timur (Jatim), para pengusaha mengeluhkan sulitnya bahan baku PVC. Ketua Umum Forkas Jatim Eddy Widjanarko mengatakan bahwa avalan yang menjadi salah satu bahan utama produksi pipa PVC kosong.
"Bahan ini yang menekan harga PVC untuk pabrik dan industri lainnya," ungkapnya.
Kelangkaan itu terjadi karena lesunya produksi. Biasanya avalan didaur ulang dari pipa-pipa yang rusak atau bocor.
Di sisi lain, impor juga sangat terbatas. Suplai luar negeri terbatas karena pengetatan aturan ekspor di negara asal. Belum lagi, ongkos pelayaran naik hingga lima kali lipat semenjak pandemi.
KEBUTUHAN BAHAN BAKU GULA 2021
(Industri Makanan Minuman Farmasi)
Proyeksi kebutuhan: 3.116 juta ton
Periode | Rencana Persetujuan Impor
Semester I | 1.935 juta ton
Semester II | 1.380 juta ton
Sumber: Kemenperin
https://www.youtube.com/watch?v=uTT6Sm5sk2k

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
