alexametrics

Tiket Kereta Bandara Mahal, Dirut PT Railink: Tak Bisa Turun Lagi

10 Januari 2019, 00:36:05 WIB

JawaPos.com – Keberadaan Kereta Bandara Soekarno-Hatta diakui memang memberikan kemudahan dan efektifitas waktu bagi masyarakat. Namun, tercatat penggunaan kereta masih belum maksimal dan masih minim.

Hingga November 2018 tingkat keterisian atau okupansi per hari hanya 26 persen. Alasan daripada data tersebut pun beragam, salah satunya dikarenakan harga tiket yang kurang terjangkau.

“Jujur salah satu yang menjadi keluhan saya adalah tarifnya yang membuat tidak nyaman dompet. Kalau bisa diturunkan,” ungkap pengguna kereta Bandara, David di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (9/1)

Seperti yang diketahui, tarif tiket bandara saat ini dipatok sebesar Rp 70.000 untuk sekali perjalanan. Angka ini jauh lebih mahal dibanding bus Damri yang mematok harga Rp 55.000.

Atas hal tersebut, Direktur Utama Railink Heru Kuswanto pun mengaku tidak memiliki solusi atas hal tersebut. Pasalnya, harga tersebut sudah dihitung berdasarkan fasilitas yang diberikan.

“Tarif sebenarnya saat ini hitungannya memang seperti itu. Tarif memang tidak bisa turun lagi,” tutur Heru.

Lebih lanjut, Heru melihat memang Kereta Bandara sudahlah mengikuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2011 KAI dan AP2 diamanahkan untuk membangun KA Bandara dan menunjuk Railink sebagai operatornya. 

Heru melihat jikalau tarif kereta ingin diturunkan maka pemerintah harus bersedia memberikan subsidi. “Jadi untuk tarif pengaruhnya cukup banyak, barangkali pemerintah bisa masuk cukup dalam pakai PSO atau yang lainnya, ya monggo,” tandas Heru.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria


Close Ads
Tiket Kereta Bandara Mahal, Dirut PT Railink: Tak Bisa Turun Lagi