JawaPos Radar

Garuda Pastikan Armada B737 Max 8 Layak Terbang

09/11/2018, 17:23 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Garuda Pastikan Armada B737 Max 8 Layak Terbang
Pesawat jenis B737 Max 8 milik Garuda Indonesia. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sehubungan dengan hasil pemeriksaaan khusus kelaikudaraan pesawat jenis B737 Max 8 beberapa waktu yang lalu, Garuda Indonesia memastikan armada B737 Max 8 yang saat ini dioperasikan layak terbang. 

Pemeriksaan khusus tersebut  dilakukan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) - Kementerian Perhubungan dan Garuda Indonesia pada tanggal 30 Oktober lalu yang lalu sesuai dengan surat yang dikeluarkan Direktur KPPU. 

Pemeriksaan khusus tersebut meliputi indikasi repetitive problems, pelaksanaan troubleshootings, kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan dan juga kelengkapan peralatan untuk melakukan troubleshooting pada pesawat B737 Max 8 tersebut.

Setelah memeriksa dan menganalisa hasil pemeriksaan tersebut, DKPPU menyimpulkan bahwa inspeksi rutin terhadap pesawat B737 Max 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia telah melalui proses maintenance sesuai jadwal, komponen yang  digunakan tidak melewati batas umur pakai, serta tidak ditemukan adanya gangguan teknis.

Direktur Teknik Garuda Indonesia, I Wayan Susena mengatakan bahwa Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya safety di seluruh lini operasional. Hal itu sejalan dengan value aspek safety sebagai core operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.

“Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Garuda Indonesia senantiasa mengacu dan patuh terhadap seluruh ketentuan yang dikeluarkan oleh regulator,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (9/11).

Selain itu, sejalan dengan upaya maksimalisasi aspek safety pada pengoperasian 1 (satu) armada B737 Max 8 yang dioperasikan tersebut, Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing selaku pabrikan pesawat dengan melakukan update manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8 sesuai dengan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) yang telah diupdate lebih lanjut oleh Boeing.

"Manual tersebut mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi erroneous input pada fitur angle of attact sensor pesawat. Buletin tersebut juga telah kami sampaikan ke seluruh lini maintenance dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada B737 Max 8 kami,” tandasnya.

Sebelumnya, pada April lalu Garuda Indonesia telah melewati proses audit setiap dua tahuban dan telah memperbaharui sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) untuk ke-6 kalinya, dimana pada tahun 2008 Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbanganpertama di Indonesia yang mendapatkan Sertifikat tersebut.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up