alexametrics

Jika Terpilih, Prabowo-Sandi Kurangi Ketergantungan BBM dan Batu Bara

9 Februari 2019, 11:50:46 WIB

JawaPos.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno berkomitmen  mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara. Langkah itu bakal dilakukan keduanya apabila mereka dipercaya masyarakat memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Hal itu ditegaskan oleh Anggota Tim Ekonomi, Penelitian, dan Pengembangan BPN Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika. Menurut dia, kebijakan itu dilakukan guna mengurangi ketergantungan impor minyak. Sepanjang tahun 2018 saja, defisit neraca perdagangan Indonesia disebabkan karena impor migas yang masih cukup besar.

Neraca perdagangan minyak dan gas (migas) Indonesia sepanjang 2018 mencatat defisit USD 12,4 miliar atau setara Rp 173,65 triliun. Defisit neraca migas ini melonjak 44,7 persen dibanding tahun sebelumnya dan juga merupakan yang terbesar dalam 4 tahun terakhir seperti terlihat pada grafik di bawah ini.

“Sebenarnya fokusnya, garis besarnya adalah memperbesar bauran energi. Selama ini kan terlalu bergantung pada bensin dan batu bara. Nah itu mau dikurangi dari komoditas energi utama itu. Karena apa? karena itu kita sudah net importir, kecuali batu bara ya.. itu sebenarnya masalah sudah lingkungan. Kalau bensin dan solar kita sudah net importir nih. Kalau tidak dikurangi ketergantungannya akan semakin membengkak defisit perdagangannya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (9/2).

Harryadin menjelaskan, porsi bauran energi baru terbarukan yang bakal diperbesar adalah untuk gas, biofuel, listrik dan jenis EBT lainnya. Dia menegaskan jika Prabowo-Sandi nantinya ingin melakukan akselerasi bauran energi seperti yang diamanatkan dalam peraturan pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional yang berlaku pada 2014-2050.

Disebutkan, porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer sebesar 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050. Untuk porsi minyak bumi dalam bauran energi primer adalah kurang dari 25 persen pada 2025 dan kurang dari 20 persen pada tahun 2050. Batubara minimal 30 persen pada 2025 dan minimal 25 persen pada 2050, serta gas minimal 22 persen pada 2025 dan minimal 24 persen pada 2050.

“Kalau bisa melebihi itu. Dalam lima tahun memang kerjanya berat ya. Jadi itu kita namakan big push strategy ya,” tandasnya

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi


Close Ads
Jika Terpilih, Prabowo-Sandi Kurangi Ketergantungan BBM dan Batu Bara