alexametrics

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Ini Sumbangan Industri Manufaktur

9 Februari 2019, 18:40:24 WIB

JawaPos.com – Industri pengolahan tercatat memberikan kontribusi 19,86 persen terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional sepanjang 2018. Capaian positif ini terus digenjot tahun ini seiring komitmen pemerintah merevitalisasi sektor manufaktur.

“Industri manufaktur merupakan tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (9/2).

Menurut Menperin, pemerintah fokus mengembangkan industri manufaktur yang menitikberatkan pada sektor pengolahan sumber daya alam, berorientasi ekspor, dan padat karya. Selanjutnya melalui pendekatan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu sampai hilir agar lebih berdaya saing di tingkat domestik, regional, dan global.

Airlangga juga menjelaskan, aktivitas industrialisasi konsisten memberikan efek berantai yang luas bagi perekonomian nasional. Dampak itu antara lain meningkatkan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor dan pajak.

“Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian serius mendorong kebijakan hilirisasi guna mencapai sasaran tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, industri pengolahan nonmigas mampu tumbuh sebesar 4,77 persen pada tahun 2018. Adapun sektor yang menjadi penopangnya, antara lain industri mesin dan perlengkapan yang tumbuh 9,49 persen, disusul industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki yang tumbuh 9,42 persen.

Selanjutnya, kinerja gemilang juga ditunjukkan oleh industri logam dasar yang tumbuh 8,99 persen, industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh 8,73 persen, industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,91 persen, serta industri karet, barang dari karet dan plastik yang tumbuh 6,92 persen.

“Kalau kita lihat, pertumbuhannya persektor rata-rata masih tinggi, mereka mampu melampaui pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2018 tercatat di angka 5,17 persen.

Di tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin optimistis memasang target pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,4 persen pada tahun 2019. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman, permesinan, tekstil dan pakaian jadi, serta kulit barang dari kulit dan alas kaki.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan produksi industri manufaktur skala besar dan sedang pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 4,07 persen dibanding tahun 2017. Kenaikan tersebut terutama disebabkan terdongkraknya produksi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, yang naik 18,78 persen.

Selanjutnya, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di triwulan IV-2018 naik sebesar 3,90 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV-2017. Lonjakan ini terjadi disebabkan oleh meningkatnya produksi industri minuman yang mencapai 23,44 persen.

Sementara itu, pertumbuhan produksi industri mikro dan kecil (IMK) naik hingga 5,66 persen dibandingkan tahun 2017. Lonjakan ini disebabkan meningkatnya produksi industri percetakan dan reproduksi media rekaman yang mencapai 21,73 persen.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Ini Sumbangan Industri Manufaktur