alexametrics

Nelayan Tradisional: Pemerintah Jangan Mau Kompromi soal Natuna

9 Januari 2020, 17:00:57 WIB

JawaPos.com – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) melihat ada indikasi Tiongkok ingin memperluas pengaruhnya di Asia Tenggara. Pandangan KNTI tersebut merespons klaim sepihak Tiongkok pada zona ekonomi eksklusif (ZEE) di perairan Natuna.

“Itu Tiongkok akan memperluas pengaruh politik di Asia Tenggara ini. Ini akan jauh lebih besar dampaknya pada negara ASEAN kalau dibiarkan dan pendekatan hanya parsial. Ini akan berulang kembali di mana mereka melakukan klaim sebagai wilayah mereka,” jelas Ketua Harian KNTI Dani Setiawan di kantornya, Jakarta, Kamis (8/1).

Dani melihat, Tiongkok ingin menujukkan taringnya sebagai negara paling berpengaruh di dunia selain Amerika Serikat. “Kasus ini untuk menunjukkan kekuatan bahwa Tiongkok merupakan negara super power baru. ini membuat Tiongkok memiliki ambisi untuk bisa memiliki peran penting, khususnya di Asia Tenggara,” katanya.

Selain itu, menurutnya Tiongkok juga punya keperluan untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia di Natuna. Mengingat jalur tersebut memiliki banyak kekayaan alam, mulai dari perikanan hingga migas.

“Klaim mereka terhadap kedaulatan di wilayah perairan itu akan memiliki konsekuensi yang lain dalam konteks pemanfaatan SDA dan politik di kawasan ini,” terangnya.

Maka dari itu, dia meminta pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah tegas menghadapi klaim Tiongkok tersebut. KNTI berharap pemerintah tak kompromi soal Natuna.

“Indonesia tidak boleh bernegosiasi. Tak boleh ditambahkan nine-dash-line buat jadi materi,” tegasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking


Close Ads