alexametrics

Pemerintah Siap Lepas Port Of Rotterdam di Pelabuhan Kuala Tanjung

8 Desember 2018, 17:56:37 WIB

JawaPos.com – Pemerintah saat ini tengah mengebut pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar di wilayah barat Indonesia pada 2023 mendatang.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan upaya Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur Tol Laut. Tujuannya menghubungkan Indonesia yang merupakan negara kepulauan, serta menggerakkan roda perekonomian secara efisien dan merata. Nantinya akan ada kapal-kapal besar yang bolak-balik di laut Indonesia, sehingga biaya logistik menjadi murah.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah dimulai sejak 2015 dan dibagi ke dalam empat tahap. Pembangunan tahap I berupa trestle dan dermaga yang mampu disandari mother vessel, lapangan penumpukan peti kemas berkapasitas 500.000 TEUs, dan tangki timbun. Tahap I direncanakan rampung pada tahun ini.

Tahap kedua berupa kawasan industri seluas 3.000 hektare yang akan menjadikan Kuala Tanjung sebagai international hub port (2016-2018). Lalu, tahap ketiga berupa pengembangan dedicated/hub port (2017-2019) dan tahap keempat merupakan pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023). Adapun Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya akan menjadi Pelabuhan Hub Internasional dan terdiri dari berbagai fungsi. Salah satunya yaitu menyediakan lahan untuk kawasan industri.

Diperkirakan biaya investasi untuk pembangunan mega proyek ini mencapai Rp 43 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding sebelumnya yang Rp 34 triliun. Biaya investasi tersebut memang belum final. Hitung-hitungan tersebut hanya sebuah proyeksi jika memasukkan faktor kurs Dolar AS, sesuai dengan waktu pembangunan pada tiap tahap.

Kenaikan biaya itu, kemudian memunculkan spekulasi bahwa pemerintah akan melepas Port of Rotterdam (Por) sebagai investor. Hal itu dibenarkan oleh Staf Ahli Kemenko Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo. 

“Intinya banyak kendalanya sih, seperti dana, itu siapa yang harus disiapkan. Dia kan harus pinjam lagi ke pihak lain, dia nggak pakai uang sendiri,” ujarnya kepada JawaPos.com saat ditemui di kantornya, Kamis (6/12).

Potensi menggandeng investor baru juga sangat besar. Pasalnya, negosiasi antara PoR dan pemerintah masih alot. Tapi di sisi lain, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung terus dikebut.

“Ya tergantung nanti (keputusannya). Kan mereka sudah lama ya negosiasi. Kalau macet-macet terus ya bagaimana.. kan mereka sebenarnya mereka belum sepakat seberapa akan ikut program itu kan. Artinya belum ada yang secara hukum mengikat kedua belah pihak,” jelas dia.

Ihwal siapa investor barunya, Atmadji tidak bisa menjelaskan secara tepat. Ia juga membantah bahwa nantinya investor Tiongkok akan masuk pada pembangunan Kuala Tanjung.

“Mungkin ada (investor) yang lain, Port Of Dubai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan hingga berita ini diturunkan belum bisa memberikan klarifikasi. JawaPos.com sudah berusaha menghubungi namun belum mendapat jawaban.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (hap/JPC)



Close Ads
Pemerintah Siap Lepas Port Of Rotterdam di Pelabuhan Kuala Tanjung