alexametrics

15 Usulan Program Prioritas Ditargetkan Kelar Enam Bulan

8 November 2019, 18:47:19 WIB

JawaPos.com – Pemerintah tengah merancang program prioritas (quick wins) dan program kerja periode 2020-2024 untuk menggenjot perekonomian. Tema yang diangkat adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Terdapat empat program yang dicanangkan dalam lima tahun ke depan, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan meningkatkan pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan. Kemudian, ada keberlanjutan ekonomi derta meningkatkan daya saing ekonomi.

“Ini adalah langkah awal untuk koordinasi dan sinkronisasi kerangka pikir dari program yang selaras antara Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dengan Kementerian/Lembaga di lingkup perekonomian,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11).

Menteri Perindustrian periode 2014-2019 ini juga menjelaskan, dalam rapat pada Kamis (7/11) kemarin, terdapat 15 usulan program prioritas yang diharapkan akan tuntas dalam enam bulan mendatang. Ini sesuai dengan arahan dari Presiden RI (Jokowi) yang menyebut enam bulan pertama akan menentukan kondisi ekonomi bangsa.

“Tantangan kita adalah apakah kita bisa menangani persoalan-persoalan yang timbul di tengah perekonomian yang slow down,” kata dia.

Program yang diprioritaskan, antara lain program implementasi mandatori B30, perbaikan ekosistem ketenagakerjaan, jaminan produk halal (JPH). Lalu, penelitian dan pengembangan industri farmasi dan penguatan Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Selain itu, kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) juga akan diperbaiki, penerapan kartu prakerja, pengembangan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), serta gasifikasi batubara.

Program selanjutnya, yakni pengembangan hortikultura berorientasi ekspor, kemitraan pertanian berbasis teknologi, percepatan elektronifikasi keuangan daerah, pengolahan minyak ramah lingkungan (green refinery), dan terakhir omnibus law guna menciptakan lapangan kerja.

“10 hari dari sekarang kami rencanakan rakor lagi,” tegas dia.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto.

Selain itu, hadir juga Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek) Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara. Lalu, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto, dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Abidin.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads